periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penempatan dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan sebesar Rp276 triliun memberikan dampak signifikan terhadap penurunan suku bunga deposito.

Menurut Purbaya, penurunan suku bunga deposito tersebut diyakini akan segera diikuti oleh penurunan suku bunga kredit. Sehingga dapat memberikan dorongan lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Kami yakin ini akan segera diikuti oleh penurunan suku bunga yang lebih signifikan lagi ke depan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, dikutip Jumat (18/12).

Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan uang primer (M0) sempat meningkat hingga 13%, namun pada Desember kembali turun ke sekitar 5 persen.

Meski demikian, ia optimistis likuiditas sistem keuangan akan kembali meningkat dalam waktu dekat seiring koordinasi yang semakin erat antara pemerintah dan bank sentral.

"Tapi saya yakin, menjelang minggu-minggu ke depan, likuiditas sistem akan bertambah lagi," jelasnya.

Bendahara negara itu menambahkan bahwa dinamika pasar yang sempat terjadi pada September dan Oktober lalu akan kembali stabil. Dengan koordinasi yang kini semakin kuat antara pemerintah dan bank sentral, prospek perekonomian nasional ke depan diyakini akan semakin baik dan berkelanjutan.

"Jadi reaksi September–Oktober kemarin yang agak sedikit euforia akan kembali normal. Prospek ekonomi kita ke depan akan semakin bagus lagi, apalagi koordinasi dengan bank sentral sekarang lebih erat dibanding sebelumnya," paparnya.

Sebelumnya, pada pertengahan September 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kebijakan fiskal yang menarik perhatian, yakni menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari rekening Bank Indonesia (BI) ke lima bank nasional.

Kebijakan ini, yang diresmikan melalui Keputusan Menteri Keuangan (PMK) No. 276/PMK.05/2025, bertujuan untuk mendorong likuiditas perbankan dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).