Periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif pada akhir tahun 2025. Berdasarkan laporan bulanan perusahaan, bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan dan mencapai tonggak sejarah baru dengan total aset yang menembus angka psikologis Rp500 triliun rupiah.

Laba Bersih Kembali Melejit

Setelah sempat mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya, laba bersih BTN per November 2025 kembali berada di jalur pertumbuhan yang kuat. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun, atau tumbuh sebesar 21,10% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Berikut adalah perjalanan laba bersih BTN dalam lima tahun terakhir per bulan November:

WaktuLaba Bersih (Rp Triliun)Pertumbuhan
November 20211,97 
November 20222,7941,51%
November 20232,852,10%
November 20242,40-15,74%
November 20252.9121,10%

Penyaluran Kredit dan Pembiayaan Syariah sebagai Mesin Utama

Pertumbuhan laba yang positif ini tidak lepas dari peran utama penyaluran kredit dan pembiayaan syariah yang terus berekspansi. Hingga November 2025, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp386,47 triliun.

Secara rinci, kredit konvensional mencapai Rp333,43 triliun, sementara pembiayaan syariah menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif dengan menyentuh angka Rp53,04 triliun. Pertumbuhan di sektor syariah ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk perbankan berprinsip Islam.

Berikut data akumulasi penyaluran kredit dan pembiayaan BTN:

WaktuKredit yang Disalurkan
(Rp Triliun)
Pembiayaan Syariah
(Rp Triliun)
Total
(Rp Triliun)
November 2021245,8827,59273,47
November 2022264,2931,29295,59
November 2023290,8237,07327,89
November 2024311,7843,64355,42
November 2025333,4353,04386,47

Strategi Dana Murah dan Peningkatan DPK

Di sisi pendanaan, BTN berhasil memperkuat struktur Dana Pihak Ketiga (DPK). Perseroan terus berupaya meningkatkan komposisi dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan, atau yang dikenal dengan istilah current account and saving account (CASA). Strategi ini penting bagi perbankan untuk menjaga efisiensi biaya dana.

Total DPK BTN pada November 2025 melonjak 15,77% menjadi Rp423,96 triliun. Lonjakan ini didominasi oleh saldo giro yang mencapai Rp162,24 triliun dan deposito yang meningkat tajam menjadi Rp221,41 triliun.

Rincian pertumbuhan DPK BTN per November:

WaktuGiro
(Rp Triliun)
Tabungan
(Rp Triliun)
Deposito
(Rp Triliun)
TotalPertumbuhan
November 202173,3848,72177,61299,71 
November 2022115,5038,24168,09321,847,38%
November 2023129,6741,62158,99330,272,62%
November 2024148,4341,21176,58366,2210,88%
November 2025162,2440,31221,41423,9615,77%

Aset Tembus Milestone Rp500 Triliun

Kombinasi pertumbuhan kredit yang agresif dan penghimpunan dana yang kuat secara otomatis mendorong nilai aset perseroan ke level tertinggi. Pada November 2025, aset BTN resmi menembus angka Rp503,99 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12,16%. Pencapaian ini mengukuhkan posisi BTN sebagai salah satu pemain besar di industri perbankan nasional yang terus berkembang secara berkelanjutan.

Berikut riwayat pertumbuhan aset BTN:

WaktuJumlah Aset
(Rp Triliun)
Pertumbuhan
November 2021378,87 
November 2022397,524,92%
November 2023423,476,53%
November 2024449,366,11%
November 2025503,9912,16%