Bos BI Laporkan Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% Secara Tahunan
Kredit perbankan pada Agustus 2026 tumbuh 13,65% secara tahunan, meningkat dari 13,58% pada Juli 2026.

Periskop.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit perbankan per Agustus 2026 tumbuh 13,65% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut mengalami peningkatan dari Juli 2026 sebesar 13,58% (yoy).
Ia mengatakan berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan kredit didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Agustus 2026 masing-masing tumbuh sebesar 25,11% (yoy), 11,45% (yoy), dan 5,07% (yoy).
"Intermediasi perbankan kembali meningkat, disertai dengan ketahanan perbankan yang tetap terjaga," ujar Destry dalam konferensi pers RDG, Jakarta, Rabu (23/9).
Destry menjelaskan perkembangan positif intermediasi perbankan didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh Bank Indonesia melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Hingga minggu pertama September 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp461,2 triliun dengan alokasi pada KLM financing channel sebesar Rp338,2 triliun, serta alokasi pada KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) sebesar Rp123,0 triliun.
Selain itu, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan DPK yang mencapai 10,94% (yoy).
Pihaknya memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Sementara itu, ketahanan perbankan juga tetap kuat dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2026 tercatat tinggi sebesar 23,84%.
Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah di level 2,10% (bruto) dan 0,81% (neto) pada Juli 2026. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil 23,04% pada Agustus 2026.
Lebih jauh, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), RDG BI, dan kredit dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.