banner-sheroes-yoga
Politik

Konflik Iran Memanas, JK Minta Indonesia Nyatakan Sikap

Jusuf Kalla menilai Indonesia perlu bersikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran dan tidak sekadar bersikap netral.

Jusuf Kalla Ungkap Dirinya Jadi Korban Mafia Tanah di Makassar
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (10/11). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran. Sikap tersebut dinilai penting terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang.

JK mengatakan sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki posisi yang jelas dalam merespons konflik yang menimpa negara-negara Islam. Menurutnya, posisi tersebut juga mencerminkan tanggung jawab moral Indonesia dalam dinamika geopolitik kawasan.

Ia menilai Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan. Langkah itu dinilai penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia maupun dunia Islam.

"Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang," kata JK, melansir Antara, Sabtu (7/3).

Menurut JK, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia membuat sikap terhadap konflik yang melibatkan negara-negara Islam menjadi penting untuk ditegaskan. Ia menilai Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi pengamat dalam situasi konflik yang menyangkut negara-negara tersebut.

Ia juga menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral tanpa menunjukkan keberpihakan dalam kondisi konflik seperti itu. Menurutnya, sikap yang jelas diperlukan agar Indonesia tetap konsisten dengan prinsip solidaritas terhadap negara yang menjadi korban serangan.

Selain itu, JK menyebut persoalan konflik semacam ini seharusnya dapat dibahas melalui forum internasional. Forum perdamaian dinilai menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh untuk mencari solusi bersama.

"Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas," ujarnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai konflik timur tengah, AS-Israel Serang Iran, dan jusuf kalla dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.