periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (2/1) diperkirakan melanjutkan lajunya di zona hijau. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG mengindikasikan berlanjutnya reversal menuju area pivot.
Penyempitan histogram negatif MAC berlanjut, mengindikasikan tekanan jual mulai melambat dan adanya potensi pembalikan tren ke atas. IHSG juga berhasil ditutup di atas level MA5 dan MA20.
“Dengan demikian, diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (2/1). Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati hari ini, antara lain BBCA, PANI, BBNI, JSMR dan ASII.
Menutup 2025, IHSG menguat di level 8,646.94 atau naik 0,03% pada perdagangan Selasa (30/12). Sebelumnya IHSG cenderung berada di teritori negatif karena koreksi saham BBRI dan ADRO yang memasuki ex date dividend.
Selain itu koreksinya harga emas setelah mencapai rekor tertinggi baru juga mendorong pelemahan pada saham-saham terkait. Sementara rupiah ditutup menguat di level Rp16,771/US$ (30/12), seiring dengan penguatan mayoritas mata uang di Asia.
IHSG ditutup menguat 22,13% di tahun 2025. Semua sektor ditutup menguat di tahun 2025, dengan penguatan terbesar pada saham sektor teknologi.
Investor akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini (2/1). Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember diperkirakan akan sedikit membaik di level 53.6 dari 53.3 di November 2025.
Neraca perdagangan bulan November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar US$2.7 miliar dari surplus US$2.4 miliar di Oktober 2025. Data inflasi bulan Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2.5% YoY dari 2.72% YoY di November 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar