periskop.id - Polda Metro Jaya mengungkapkan segera menyelidiki laporan tentang teror yang dialami oleh pemengaruh (influencer) Ramon Dony Adam atau akrab disapa DJ Donny. Polda akan meminta keterangan beberapa saksi tentang teror tersebut.

“Akan dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Kamis (1/1). 

Kendati demikian, Budi belum menjelaskan secara detail kapan pihaknya akan memanggil saksi-saksi terkait teror tersebut.

Budi mengatakan, laporan tersebut dibenarkan dan telah diterima oleh Polda Metro Jaya. 

"Iya, benar, sudah diterima laporannya soal dua teror itu," tutur Budi.

Sebelumnya, DJ Donny mengalami serangkaian teror pada akhir Desember 2025. Rumahnya di Jakarta menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh dua orang tak dikenal bermasker pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Aksi tersebut terekam kamera CCTV. 

Beruntung, bom molotov tidak sempat menyala dan hanya mengenai kap mobil. Insiden ini menyusul teror sebelumnya berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong, disertai pesan ancaman dan foto dirinya yang digambar seolah lehernya tergorok. Di dalamnya juga terdapat pesan ancaman: “Kalau kamu masih berbicara… kamu akan seperti ayam ini.”

Donny menilai rangkaian teror itu sebagai upaya pembungkaman terhadap kritiknya di media sosial dan telah melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Ia menegaskan teror tersebut membahayakan dirinya, keluarga, dan warga sekitar. Namun, ia tak takut dan memilih tetap tinggal di rumahnya sambil menambah jumlah CCTV untuk mengantisipasi serangan lanjutan.