periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemulihan akses jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak bencana di Sumatra telah terhubung kembali secara penuh. Selanjutnya, pemerintah mengalihkan fokus pada pemulihan jembatan penghubung antarkabupaten, lintas kecamatan, hingga desa.

“Pemulihan akses untuk jalan dan jembatan nasional sudah pulih, sudah terhubung secara umum 100%,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers update penanganan pascabencana Sumatra, Jumat (2/1).

BNPB mencatat, pemulihan kini difokuskan pada jembatan-jembatan di wilayah kabupaten dan kota yang sebelumnya belum terjangkau. Sejumlah jembatan darurat mulai dipasang, antara lain menggunakan jembatan Bailey dan jembatan Aramco.

Berdasarkan laporan BNPB, pemasangan jembatan Bailey tahap kedua sudah dilakukan di Kabupaten Solok di Kecamatan Kubung pada 29 Desember 2025 dan Kubu Sarunai Canduang pada 1 Januari. Perbaikan juga dilakukan di Jembatan Bailey Aia Bajau, Kabupaten Padang Pariaman pada 29 Desember 2025.

Lalu, perbaikan mulai dilaksanakan di Kabupaten Agam, yaitu di Jembatan Bailey Sei Ranggeh Bayua Tanjung Raya dan Aia Taganang Matur pada 1 Januari. Selain itu, di tanggal yang sama, perbaikan jembatan juga dilakukan di Jembatan Sungai Lasi, Kabupaten Pasaman. 

Sementara itu, pembangunan jembatan Aramco telah berlangsung di beberapa titik. Di Pasaman Barat, progres pemasangan jembatan Aramco telah mencapai 46%. Di Kabupaten Agam, progres bervariasi di sejumlah lokasi, antara lain penghubung Nagari Malalak–Nagari Malalak Timur sebesar 20%, Maninjau 10%, penghubung Jorong Sungai Rangih–Panji 10%, serta jembatan Kampung Jambu yang telah mencapai 6%.

BNPB menyebut penggunaan jembatan Aramco menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pemulihan akses di lokasi-lokasi jembatan yang putus, selain jembatan Bailey.

Langkah serupa juga akan dilakukan di Sumatera Utara dan Aceh. Setelah penyelesaian pemulihan jalan dan jembatan nasional, BNPB memastikan fokus perbaikan akan diarahkan pada akses penghubung di dalam kabupaten dan kota, lintas kecamatan, hingga lintas desa.

“Kita harapkan ini bisa berlangsung cepat. Beberapa progres sudah di atas 30%,” ujar Abdul Muhari.

Dalam proses pemulihan tersebut, BNPB menegaskan Satgas TNI, Polri, serta Kementerian Pekerjaan Umum bekerja bahu-membahu siang dan malam untuk memperluas jangkauan akses jalan yang kembali terhubung melalui pemasangan jembatan Bailey dan Aramco.