periskop.id - Pemegang saham asing PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Chengdong Corporation, kembali melepas kepemilikan sahamnya. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi kepemilikan Chengdong di BUMI turun dari 5,99% menjadi 4,99%.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 13 Januari 2026, Chengdong Corporation melaporkan jumlah saham BUMI yang dimilikinya berkurang dari 22,27 miliar saham menjadi 18,56 miliar saham setelah serangkaian transaksi divestasi.
Transaksi pelepasan saham tersebut dilakukan secara tidak langsung (indirect ownership) melalui Chengdong Investment Corporation sebagai investor langsung, yang melaporkan transaksi atas nama China Investment Corporation sebagai investor tidak langsung. Chengdong menegaskan tidak memiliki status sebagai anggota direksi maupun dewan komisaris BUMI.
Divestasi dilakukan secara bertahap sepanjang periode 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, dengan total penjualan mencapai sekitar 3,71 miliar saham. Seluruh transaksi dilakukan dengan tujuan divestasi.
Rinciannya, pada 23 Desember 2025, Chengdong melepas masing-masing 224 juta saham di harga Rp383 dan 300 juta saham di harga Rp386. Penjualan berlanjut pada 24 Desember 2025 sebanyak 300 juta saham di harga Rp374 dan 57,41 juta saham di harga Rp366.
Pada 29 Desember 2025, Chengdong kembali menjual 255 juta saham di harga Rp367 dan 300 juta saham di harga Rp363, disusul penjualan 254,99 juta saham di harga Rp365 pada 30 Desember 2025.
Memasuki awal Januari 2026, divestasi masih berlanjut. Pada 2 Januari 2026, Chengdong melepas 291,41 juta saham di harga Rp409, 300 juta saham di harga Rp393, serta 8,58 juta saham di harga Rp409. Penjualan berikutnya dilakukan pada 5 Januari 2026 sebanyak 300 juta saham dan 200 juta saham, masing-masing di harga Rp461.
Selanjutnya, pada 6 Januari 2026, Chengdong kembali menjual 209,76 juta saham dan 300 juta saham di harga Rp461. Divestasi dilanjutkan pada 7 Januari 2026 sebanyak 161,33 juta saham di harga Rp460 dan 200 juta saham di harga Rp461, sebelum ditutup dengan penjualan 50,85 juta saham di harga Rp453 pada 8 Januari 2026.
Dalam laporan tersebut, Chengdong juga menegaskan tidak berstatus sebagai pengendali dan tidak memiliki rencana mempertahankan pengendalian atas BUMI. Pelaporan kepemilikan saham ini disampaikan melalui kuasa HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self.
Tinggalkan Komentar
Komentar