periskop.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat transaksi crossing signifikan pada perdagangan hari ini, Senin 19 Januari 2026.

Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, terdapat transaksi crossing sekitar 18,2 miliar lembar saham BUMI di pasar nego dengan harga rata-rata Rp380 per saham. Nilai total transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp6,9 triliun.

Transaksi crossing ini menandai salah satu aktivitas perdagangan terbesar saham BUMI dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan minat tinggi dari investor institusional atau pihak tertentu di pasar negosiasi.

Pada perdagangan hari ini, saham BUMI ditutup naik 0,49% ke lebel 412. BUMI dibuka pada posisi 410 dan bergerak di rentang 390-412. Dalam sepekan, BUMI turun 5,50%. Sejak awal tahun atau secara year to date (YTD), saham BUMI naik 12,57%.

Pemegang saham asing PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Chengdong Corporation, kembali melepas sebagian kepemilikan sahamnya. Berdasarkan laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi saham Chengdong di BUMI turun dari 5,99% menjadi 4,99%, seiring dengan serangkaian transaksi divestasi.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 13 Januari 2026, Chengdong menyebut jumlah saham yang dimilikinya berkurang dari 22,27 miliar saham menjadi 18,56 miliar saham. Pelepasan saham ini dilakukan secara tidak langsung melalui Chengdong Investment Corporation, sementara China Investment Corporation tercatat sebagai investor tidak langsung. Chengdong menegaskan tidak memiliki posisi di direksi maupun dewan komisaris BUMI.

Divestasi saham dilakukan secara bertahap mulai 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, dengan total penjualan sekitar 3,71 miliar saham. Penjualan pertama dilakukan pada 23–24 Desember 2025, disusul transaksi tambahan pada 29–30 Desember 2025, dengan harga saham bervariasi antara Rp366 hingga Rp386 per saham.

Pada awal Januari 2026, penjualan saham Chengdong masih berlanjut. Transaksi terbesar terjadi pada 2, 5, 6, dan 7 Januari 2026, dengan harga saham antara Rp393 hingga Rp461 per saham, sebelum ditutup dengan penjualan 50,85 juta saham di harga Rp453 pada 8 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, Chengdong menegaskan tidak berstatus sebagai pengendali BUMI dan tidak memiliki rencana mempertahankan pengendalian. Seluruh pelaporan kepemilikan saham disampaikan melalui kuasa HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self.