periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis 15 Januari 2026 diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada di kisaran level 9.000 hingga 9.100.
Pergerakan ini sejalan dengan berakhirnya fase koreksi sebelumnya, yang sekaligus mengukuhkan level 9.000 sebagai area support baru bagi IHSG.
"Tidak ada resistance,hanya support 9000 dan kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 9.000-9.100," tulis Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto dalam riset hariannya di Jakarta, Kamis (15/1).
Pada perdagabgan hari ini, IHSG dibuka menguat dengan kenaikan 0,49% ke level 9.076, merupakan level tertinggi baru. Sebanyak 318 saham menguat, 101 saham terkoreksi, dan 237 saham stagnan.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 84,28 poin atau 0,94% ke level 9.032,58 pada perdagangan Rabu (14/1). William menilai penguatan tersebut membawa IHSG menembus level tertinggi sepanjang masa (all time high), dan belum terbentuk resistance baru yang signifikan.
“Dengan posisi di level all time high, IHSG praktis bergerak tanpa hambatan teknikal di atasnya,”sambungnya.
Ia menambahkan, menjelang penutupan pekan yang lebih pendek, IHSG berpeluang melanjutkan pergerakan mixed namun tetap memiliki kecenderungan menguat dengan level 9.000 berfungsi sebagai pijakan support baru yang solid.
Memperhatikan faktor-faktor di atas, berikut rekomendasi beberapa saham secara teknikal oleh WH-Project :
MBMA, buy, estimasi target 800-835.
ASII, buy, estimasi target 7.400.
KIJA, buy, estimasi target 324-330.
SSIA, buy, estimasi target 1.900-2.000.
Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan jual beli saham sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala risiko dan konsekuensi yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Tinggalkan Komentar
Komentar