periskop.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Dalam aksi ini, perseroan akan menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E dngan nilai nominal sebesar Rp12 per saham.
Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026 untuk meminta restu rencana aksi tersebut. Langkah ini didorong oleh pertimbangan terhadap kondisi pasar saat ini serta kinerja Perseroan, termasuk proyeksi kinerja dari aset strategis yang baru saja diambilalih oleh Perseroan melalui entitas terkendali, PT Bakrie Toll Indonesia, yaitu PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada tahun 2025 (Pengambilalihan CCT).
“Dengan demikian, Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan dan CCT,” ungkap Corporate Secretary PT Bakrie & Brothers Tbk Christofer A. Uktolseja dalam keterbukaan informasi Bursa, Selasa (20/1).
Sesuai dengan POJK 32/2015, Perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD kepada OJK setelah mendapat persetujuan dari RUPSLB, dan PMHMETD akan dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif oleh OJK.
Perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban Perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja di Perseroan dan atau anak perusahaan.
Perseroan berkeyakinan bahwa rencana PMHMETD dan dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan Perseroan. Selain itu, penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Catatan saja, rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru. Di mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD.
Pada perdagangan hari ini, saham BNBR naik 8,49% ke level 230. Dalam sepekan, saham BNBR turun 6,50%. Sedangkan sejak awal tahun atau secara year to date (YTD), saham BNBR naik 65,47%.
Tinggalkan Komentar
Komentar