periskop.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan dana hingga Rp2 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Langkah ini diambil menyusul kondisi pasar yang dinilai berfluktuasi signifikan. Sehingga perusahaan melihat momen strategis untuk memperkuat struktur modal dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Rencananya, buyback akan dilakukan mulai 22 Januari hingga 15 April 2026, dengan jangka waktu pelaksanaan paling lama tiga bulan.
Manajemen UNTR menjelaskan jumlah saham yang dapat dibeli kembali mencapai maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sementara porsi saham beredar di publik (free float) tetap dijaga minimal 7,5%, sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
"Sumber dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan, bukan dari pinjaman maupun hasil penawaran umum," tulis Corporate Secretary PT United Tractors Tbk Ari Setiyawan dalam keterbukaan informasi Bursa, Jumat (23/1).
Adapun pelaksanaan buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia, dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai eksekutor. Manajemen menegaskan langkah ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha UNTR.
"Pelaksanaan pembelian kembali saham dilakukan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Namun, hal ini tidak mengganggu aktivitas usaha dan tetap memperkuat posisi UNTR dalam jangka panjang,” sambungnya.
Saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri, yang dapat dialihkan kembali sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selama periode buyback, komisaris, direksi, karyawan, pemegang saham utama, dan pihak dengan akses informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi saham UNTR, sebagai langkah untuk menjaga integritas pasar dan mencegah insider trading.
Manajemen UNTR menekankan strategi buyback ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat struktur modal dan meningkatkan EPS, tetapi juga untuk memberikan dukungan jangka panjang kepada pemegang saham di tengah volatilitas pasar.
Dengan langkah ini, UNTR berharap dapat menjaga kepercayaan investor, memperkuat posisi perusahaan, serta memastikan fleksibilitas keuangan untuk menghadapi berbagai dinamika industri alat berat dan pertambangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar