periskop.id - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengimbau seluruh investor untuk tetap tenang, rasional, dan cermat dalam mengambil setiap keputusan investasi di tengah dinamika dan gejolak pasar modal saat ini.
"Kami mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap, tenang, dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi," ucapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1).
Sebagaimana diketahui, pasar modal Indonesia tengah menghadapi gelombang dinamika yang beragam, di tengah gejolak yang membuat pelaku pasar waswas. Iman Rachman, yang sejak Juni 2022 memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya, tepat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diterpa aksi jual besar-besaran yang mengguncang sentimen investor.
Tekanan itu diperparah oleh keputusan MSCI yang menangguhkan rebalancing saham Indonesia, menyusul sorotan terhadap transparansi struktur kepemilikan sejumlah perusahaan tercatat.
Meski begitu, di tengah ketidakpastian pasar mulai memperlihatkan tanda-tanda stabilisasi pada sesi perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, memberikan secercah optimisme bagi investor yang menunggu arah berikutnya.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini, Jumat,30 Januari 2026. Indeks naik 1,18% ke level 8.329,15 pada akhir sesi pertama.
Penguatan IHSG ini terjadi setelah tingginya aksi jual dalam dua hari terakhir membuat para regulator, pemangku kepentingan dan pihak terkait sepakat untuk mempercepat upaya reformasi aturan dan kebijakan terkait free float di bursa saham domestik.
Sebelumnya indeks sempat melesat lebih dari 2% pada awal perdagangan namun berbalik sesaat ke zona negatif usai pengumuman mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), namun mampu kembali melesat ke zona hijau.
Tinggalkan Komentar
Komentar