periksop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 10 Februari 2026 diperkirakan bergerak konsolidasi.

Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD IHSG dan Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold. Namun volume cenderung relatif rendah, karena diperkirakan investor masih cenderung wait and see. Sehingga 

“Sehingga, diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.000-8.100,” ulas Tim RIset Phintraco Sekuritas, Selasa (10/2). Beberapa saham yang menjadi jagoan Phintraci ekuritas untuk perdagangan hari ini, antara lain ANTM, JSMR, MDKA, PWON dan ISAT.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 8,031.87 atau naik 1,22% pada perdagangan Senin (9/2). Setelah sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat beberapa emiten, IHSG berhasil berbalik menguat.

Faktor positif antara lain berasal dari penguatan indeks bursa Asia (9/2). Berlanjutnya penguatan harga emas, perak dan tembaga juga menjadi sentimen positif. Rupiah juga ditutup menguat di level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot, didukung oleh penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap Dolar AS. 

Indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat pada level 127.0 di bulan Januari 2026 dari level 123.5 di Desember 2025 (9/2). Ini merupakan level tertinggi sejak Januari 2025 dan kenaikan ini didorong oleh peningkatan dalam hampir enam sub indeks utama.

Sementara itu penjualan sepeda motor tumbuh 3.1% YoY mencapai 577,763 unit di bulan Januari 2026. Level ini merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah adanya penurunan tajam sebesar 14.5% di Desember 2025. 

“Investor akan mencermati data retail sales bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5.5% dari 6,3% di November 2025 (10/2),” tulis riset yang sama.

Di sisi lain, BEI dijadwalkan akan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI di Rabu (11/2), yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan 2 dan 5 Februari lalu. BEI bersama SRO akan mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI seiring dengan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan selesai pada April mendatang. 

Dari luar negeri, indeks di Wall Street kembali ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/2). Rebound pada saham sektor teknologi berlanjut setelah sempat tertekan saham AI pada pekan lalu. Reli tersebut mendorong penguatan indeks Dow Jones pada rekor tertinggi baru.

“Pada pekan ini investor juga menantikan data tenaga kerja dan inflasi AS, serta lebih banyak laporan kinerja keuangan emiten yang akan dirilis. Beberapa emiten besar yang akan merilis laporan keuangan pada pekan ini di antaranya Coca Cola Co, Ford Motor dan Spotify,” tulis riset Phintraco Sekuritas.

Investor juga akan mencerna rilis data ekonomi AS penting minggu ini yang tertunda karena penutupan pemerintahan yang singkat. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari yang sangat dinantikan, yang awalnya dijadwalkan minggu lalu, sekarang akan dirilis pada hari Rabu (11/2).

Pekan lalu, laporan ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan, menimbulkan pertanyaan apakah momentum perekrutan mulai melambat. Indeks harga konsumen Januari dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat (13/2), dan akan dicermati untuk melihat tanda-tanda bahwa tekanan harga mereda sehingga cukup untuk memberi ruang bagi the Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

U.S. 10-year Bond Yield turun kurang dari 1  bps ke level 4.20%, menantikan data tenaga kerja dan inflasi AS. Harga emas spot menguat 2.5% ke level US$5,103/troy oz (9/2), seiring melemahnya Dolar AS dan menantikan data ekonomi untuk melihat potensi penurunan suku bunga the Fed.

Harga minyak mentah menguat (9/2) setelah Departemen Perhubungan AS mengeluarkan imbauan kepada kapal-kapal berbendera AS untuk menjauhi wilayah Iran sejauh mungkin saat berlayar melalui Selat Hormuz dan Teluk Oman.