periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (11/2).

Peringatan ini menempatkan sepuluh provinsi dalam status siaga, di antaranya Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.

Melansir Antara, status siaga berarti wilayah tersebut berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. BMKG menekankan bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak infrastruktur.

Selain itu, sejumlah provinsi lain masuk kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Sumatera, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Status waspada menunjukkan adanya risiko genangan air, luapan sungai, dan longsor lokal yang bisa menghambat aktivitas sehari-hari.

Meski tidak ada wilayah yang masuk kategori awas atau hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Bali. Angin kencang sering kali memperburuk dampak hujan lebat, terutama pada daerah pesisir dan kawasan dengan vegetasi rapuh.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca terkini, serta menghindari aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor. 

BNPB juga memperbarui laporan banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang berdampak pada sekitar 1.890 kepala keluarga atau 4.980 jiwa. Meski banjir mulai surut, dampak sosial-ekonomi masih terasa.