periskop.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melakukan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebagai langkah memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pengembangan usaha perseroan. Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/2), perseroan mengungkapkan rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru Seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham yang berasal dari saham portepel. Seluruh saham baru tersebut akan disetor secara tunai dan selanjutnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.
Rights issue ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan optimalisasi struktur pendanaan, terutama setelah pengambilalihan aset strategis PT Cimanggis Cibitung Tollways pada 2025 melalui entitas anak usaha, PT Bakrie Toll Indonesia.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut rencananya akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak usaha kepada kreditur, sekaligus mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk penguatan bisnis infrastruktur jalan tol.
Secara proforma, manajemen menilai penambahan modal ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp50 per saham, total aset BNBR diproyeksikan meningkat menjadi Rp25,14 triliun, sementara total liabilitas menurun signifikan seiring penguatan ekuitas yang diperkirakan melonjak lebih dari dua kali lipat.
Perbaikan struktur permodalan tersebut turut menurunkan rasio liabilitas terhadap aset dari 84,28% menjadi 67,9%, serta rasio liabilitas terhadap ekuitas dari 536,02% menjadi 211,57%, sehingga ruang ekspansi dan fleksibilitas pendanaan perseroan dinilai semakin kuat.
Meski demikian, perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33% setelah pelaksanaan rights issue. Pelaksanaan aksi korporasi ini tetap bergantung pada persetujuan RUPSLB serta efektifnya pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan sebelum rights issue dapat direalisasikan.
Jadwal Rights Issue BNBR
Sehubungan dengan rencana rights issue tersebut, berikut jadwal penting yang perlu diperhatikan investor:
- Pemberitahuan agenda RUPSLB kepada OJK: 12 Januari 2026
- Pengumuman keterbukaan informasi PMHMETD: 19 Januari 2026
- Pengumuman RUPSLB melalui BEI, situs perseroan, dan eASY.KSEI: 19 Januari 2026
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date): 2 Februari 2026
- Pemanggilan RUPSLB: 3 Februari 2026
- Pengumuman perubahan dan/atau tambahan informasi PMHMETD: 25 Februari 2026
- Pelaksanaan RUPSLB: 27 Februari 2026
- Pengumuman hasil RUPSLB: 2 Maret 2026
- Penyampaian laporan hasil RUPSLB kepada OJK: 2 Maret 2026
Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada regulator. Sesuai ketentuan pasar modal, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran maksimal 12 bulan sebelum rights issue dilaksanakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar