periskop.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pendapatan Rp1,13 triliun pada kuartal I 2026.
Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, angka tersebut tumbuh 19,02 persen atau setara Rp181,38 miliar jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai Rp953,80 miliar.
“Di tengah gejolak ekonomi global yang luar biasa, Alhamdulillah BNBR terus konsisten menunjukkan kinerja keuangan positif di tiga bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan yang membanggakan,” kata Anindya Novyan Bakrie dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/4).
Anindya memaparkan, laba usaha perseroan melesat 240,03 persen menjadi Rp211,96 miliar. Angka tersebut naik signifikan sebesar Rp149,62 miliar dari posisi Rp62,33 miliar pada kuartal pertama tahun sebelumnya.
Kenaikan revenue ini bersumber dari kontribusi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) senilai Rp232,76 miliar. Jumlah tersebut menyumbang 20,5 persen terhadap total pendapatan konsolidasi induk usaha.
Anak usaha lainnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group, turut menyumbang Rp126,9 miliar. Kontribusi ini memperlihatkan pertumbuhan performa bisnis yang cukup progresif bagi grup.
“Kenaikan laba usaha juga ditopang oleh kontribusi CCT sebesar Rp128,6 miliar atau 77 persen dari total laba usaha BNBR konsolidasi,” ujarnya.
Perseroan turut mencatatkan kenaikan EBITDA mencapai Rp296,44 miliar pada awal tahun ini. Nilai tersebut melambung 252,43 persen dibanding capaian tahun lalu yang berada di angka Rp84,11 miliar.
Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti menambahkan, pendapatan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group naik 274,6 persen menjadi Rp207,6 miliar. Sebagian besar pertumbuhan ini dipicu oleh performa positif sektor infrastruktur jalan tol.
Peningkatan pendapatan BIIN Group juga mendapat sokongan dari PT Helio Synar Energi (Helio). Unit bisnis tersebut mencatatkan kenaikan pemasukan sebesar 35,1 persen atau bertambah Rp1 miliar.
Sektor mobilitas listrik melalui VKTR Group mencatatkan kenaikan pendapatan 58,2 persen. Lonjakan ini didominasi pendapatan holding yang naik tajam hingga 9.510 persen atau Rp114,8 miliar.
Unit PT VKTR Sakti Industries (VKTS) menambah catatan positif dengan kenaikan pendapatan Rp88 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan operasional yang sangat masif di lapangan.
“PT Bakrie Autoparts (BA) Group juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp13 miliar atau 6,3 persen karena adanya pertumbuhan permintaan komponen otomotif,” katanya.
Roy menyebutkan terdapat unit bisnis yang mengalami penurunan pendapatan, salah satunya PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group. Namun, kondisi tersebut mampu diimbangi oleh kinerja unit usaha lainnya.
PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) tetap mencatatkan pertumbuhan Rp1,1 miliar dari penjualan sektor non-minyak dan gas. Perusahaan optimis performa ini akan terus membaik ke depan.
“Kami optimistis, ke depan akan ada kenaikan pendapatan di sektor pipa dan EPC untuk oil & gas ini seiring dengan upcoming project yang akan masuk dalam semester I 2026 ini,” katanya.
Tinggalkan Komentar
Komentar