periskop.id - Mandiri Sekuritas menilai minat investor asing terhadap pasar modal Indonesia belum surut, meskipun aktivitas penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) terlihat melambat hingga akhir Februari 2026.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menegaskan investor global pada dasarnya masih menaruh perhatian besar terhadap Indonesia. Menurutnya, yang terjadi saat ini lebih merupakan siklus penantian ketimbang perubahan minat.

"Memang saya yakin mereka akan lihat Fundamentalnya bagus, ceritanya bagus, atau growth story-nya bagus," ucapnya kepada awak media di Jakarta Selatan, dikutip Kamis (26/2).

Ia meyakini para pelaku pasar internasional tetap memantau perkembangan domestik karena fondasi ekonomi dinilai solid, prospek pertumbuhan menjanjikan, dan narasi jangka panjang Indonesia tetap menarik di mata dunia.

Selain itu, Oki menjelaskan faktor yang kini menjadi pertimbangan utama investor asing adalah persoalan likuiditas. Karakter investor global, kata dia, sangat sensitif terhadap ketersediaan likuiditas pasar.

"Ketika ruang transaksi dirasa belum cukup dalam dan fleksibel, mereka cenderung menahan diri untuk masuk secara agresif. Oleh sebab itu, berbagai agenda reformasi yang tengah digulirkan regulator diarahkan untuk memperkuat transparansi, memperbaiki mekanisme perdagangan, serta meningkatkan kualitas dan kedalaman likuiditas pasar," jelasnya

Ia menilai, langkah-langkah pembenahan tersebut bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari strategi struktural untuk menjadikan pasar modal Indonesia semakin kompetitif di kawasan. Dengan tata kelola yang semakin baik dan sistem yang kian transparan, kepercayaan investor diyakini akan pulih secara bertahap.

Lebih jauh, Oki menuturkan saat ini investor asing berada dalam posisi menunggu momentum yang tepat. Mereka mencermati dinamika global, arus dana, hingga stabilitas domestik sebelum kembali meningkatkan exposure. Namun ia optimistis, kembalinya likuiditas ke pasar hanya tinggal soal waktu.

"It's just a matter of time sebelum liquidity itu balik ke market," terang dia.

Ketika kondisi dirasa kondusif dan arus dana global mulai bergerak masuk, pasar modal Indonesia berpeluang kembali bergairah, termasuk dalam mendorong kebangkitan aktivitas IPO yang sempat meredup di awal tahun.