banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Purbaya: Investor AS Yakin Fundamental RI, Isu Fiskal Cuma 'Noise'

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan investor AS yakin pada fundamental ekonomi RI meski sempat ada isu fiskal. Komunikasi intensif terus diperkuat.

Purbaya: Investor AS Yakin Fundamental RI, Isu Fiskal Cuma 'Noise'
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers, Jakarta, Senin (6/4). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa investor asal Amerika Serikat (AS) tidak meragukan fundamental makroekonomi Indonesia maupun arah kebijakan fiskal yang telah dirancang pemerintah. Namun demikian, para investor masih ingin memastikan kondisi terkini terkait kenyamanan berinvestasi di Tanah Air.

"Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Keyakinan tersebut didapatkan saat Purbaya melakukan pertemuan dengan sejumlah investor besar di AS guna menjelaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia serta strategi fiskal ke depan. Pertemuan tersebut berlangsung di Peninsula Hotel, New York, pada Senin (13/4).

"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” tuturnya.

Ia menambahkan, minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Pemerintah, lanjutnya, memberikan berbagai penjelasan guna menghilangkan keraguan yang sempat muncul.

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” kata Purbaya.

Menurut Bendahara Negara itu, para investor dapat menerima penjelasan pemerintah dengan baik karena dinilai selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga memperoleh masukan agar pemerintah Indonesia meningkatkan komunikasi dengan investor global, khususnya dari AS. Hal ini dinilai penting mengingat fondasi makroekonomi Indonesia dinilai sudah kuat.

"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya.seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambah Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan asumsi dalam APBN.

"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah akan fokus memastikan kebijakan yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara konsisten.

"Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” tutur Purbaya.

Adapun sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan pada Senin, 13 April di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Investor asing, Purbaya Yudhi Sadewa, dan ekonomi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.