periskop.id - PT IndoTambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan kinerja tahun buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025. Pada periode tersebut, kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan baik dari sisi pendapatan maupun laba.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar US$1,88 miliar atau sekitar Rp31,52 triliun (asumsi kurs Rp16.765,00 per dolar AS). Raihan itu turun 18,26%dibanding pendapatan perseroan pada 2024 yang tercatat sebesar US$2,3 miliar.

“Pendapatan yang lebih rendah tersebut terutama disebabkan oleh penurunan ASP sebesar 20% sejalan dengan penurunan harga acuan batubara, meskipun Perusahaan mencatatkan volume penjualan batu bara yang lebih tinggi menjadi sebesar 24,7 juta ton pada 2025 dibandingkan dengan 24,0 juta ton pada 2024,” jelas manajemen PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Kamis (26/1).

Beban pokok pendapatan pada 2025 tercatat sebesar US$1,4 miliar, turun dibanding US$1,61 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, perseroan membukukan laba kotor sebesar US$482,84 juta atau sekitar Rp8,09 triliun, turun 30,90% dibandingkan raihan tahun 2024 yang sebesar US$698,81 juta.

Beban penjualan pada 2025 tercatat sebesar US$170,96 juta. Kemudian beban umum dan administrasi sebesar US$44,91 juta, serta beban keuangan US$11,13 juta. Pada periode yang sama, perseroan membukukan penghasilan keuangan sebesar US$40,13 juta dan beban lain-lain US$8,76 juta.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$190,94 juta atau sekitar Rp3,20 triliun. Laba tersebut turun 48,96% dibandingkan raihan laba pada 2024 yang tercatat sebesar US$374,12 juta. Sehingga laba per saham turun menjadi US$0,17 dari sebelumnya US$0,33 per lembar.

Aset perseroan hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar US$2,4 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri dari aset lancar sebesar US$1,3 miliar dan aset tidak lancar sebesar US$1,11 miliar.

Liabilitas perseroan hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar US$497,73 juta, naik dari US$472,73 juta pada tahun sebelumnya. Sebesar US$344,52 juta merupakan liabilitas jangka panjang, sedangkan sekitar US$153,22 juta merupakan liabilitas jangka pendek.

Adapun ekuitas perseroan hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar US$1,91 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar US$1,87 miliar.