periskop.id - PT Astra International Tbk (ASII) kembali menegaskan komitmennya kepada pemegang saham dengan mengusulkan dividen final Rp292 per saham untuk tahun buku 2025. Usulan tersebut akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2026.

"Dividen final sebesar Rp292 per saham akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada bulan April 2026," tulis Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro dalam laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (27/2).

Djony menjelaskan dividen final ini memang lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp406 per saham. Penyesuaian tersebut karena kinerja perseroan yang sedikit tertekan sepanjang 2025.

ASII mencatatkan koreksi laba bersih sebesar Rp32,8 triliun pada 2025, turun sekitar 3% dibandingkan Rp33,9 triliun pada 2024. Meski demikian, fundamental keuangan perseroan dinilai tetap solid dan arus kas terjaga.

Tak hanya membagikan dividen, sebelumnya Astra juga aktif menjalankan strategi korporasi. 
Sebelumnya, Astra telah membagikan dividen interim Rp98 per saham pada Oktober 2025. 

Selain itu, di Januari 2026, perseroan menuntaskan program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp2 triliun. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yang rampung pada 25 Februari 2026 senilai Rp685 miliar.

"Langkah ini dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan," jelas Djony.

Di sisi ekspansi, Astra juga memperluas portofolio bisnisnya. Pada Februari 2026, Grup menyelesaikan akuisisi 100% saham PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas yang berlokasi di Sulawesi Utara. Akuisisi ini memperkuat lini bisnis sumber daya alam dan membuka peluang pertumbuhan baru ke depan.