periskop.id - Korea Selatan tengah menyiapkan kebijakan bebas visa untuk wisatawan Indonesia. Rencana ini dibuat sebagai upaya menarik lebih banyak turis sekaligus memperkuat sektor pariwisata mereka.
Kebijakan ini diumumkan dalam Rapat Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae Myung. Pertemuan tersebut juga dihadiri Perdana Menteri Kim Min-seok, bersama perwakilan dari 15 kementerian dan pelaku industri pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa pariwisata perlu diposisikan sebagai salah satu industri strategis utama di tingkat nasional.
Menurutnya, sektor ini tidak boleh hanya berfokus pada penjualan produk atau paket perjalanan semata. Pariwisata harus berkembang menjadi industri budaya yang mampu menciptakan pengalaman dan kenangan berkesan bagi wisatawan.
Ia juga berharap popularitas budaya Korea mulai dari musik, drama, hingga kuliner bisa menjadi jembatan yang mendorong orang-orang untuk datang langsung dan merasakan Korea Selatan secara nyata.
Mengutip laporan The Korea Times pada Kamis (26/2), pemerintah akan lebih dulu menerapkan skema uji coba. Dalam tahap awal ini, wisatawan Indonesia yang datang dalam rombongan minimal tiga orang bisa menikmati fasilitas bebas visa.
Tak hanya itu, turis asal China dan beberapa negara Asia Tenggara yang sudah pernah berkunjung ke Korea Selatan sebelumnya juga akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa multiple-entry dengan masa berlaku lima tahun. Kebijakan ini diharapkan bisa membuat kunjungan wisata ke Negeri Ginseng semakin meningkat.
Warga yang tinggal di kota-kota besar di negara tersebut bahkan berpeluang mengajukan visa dengan masa berlaku hingga 10 tahun. Selain itu, fasilitas gerbang imigrasi otomatis di bandara yang sebelumnya hanya bisa digunakan oleh warga dari 18 negara seperti Jepang, Singapura, dan Australia akan diperluas sehingga mencakup seluruh warga negara Uni Eropa.
Gelombang Hallyu Jadi Mesin Baru Pariwisata
Langkah ambisius ini hadir di tengah apa yang disebut Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young sebagai masa keemasan budaya Korea. Popularitas K-pop, drama, film, hingga kuliner kini bukan hanya tren global, tetapi juga menjadi daya tarik utama yang menggerakkan sektor pariwisata.
Melalui inisiatif “K-Tourism Embracing the World”, pemerintah di Seoul ingin memaksimalkan momentum pemulihan pascapandemi. Sepanjang 2025, Korea Selatan menyambut lebih dari 18 juta wisatawan asing melampaui rekor prapandemi sebesar 17 juta dan naik sekitar 15% dibandingkan 2024.
Meski begitu, persaingan tetap ketat. Jepang mencatat 43 juta kunjungan wisatawan global pada 2025, meningkat hampir 16% dari tahun sebelumnya. Salah satu pendorongnya adalah nilai tukar yen yang melemah sehingga membuat biaya liburan lebih terjangkau.
Destinasi Naik Level, Bukan Cuma Ibu Kota
Pemerintah Korea kini tak ingin pesona wisata hanya berpusat di Seoul. Berbagai kebijakan disiapkan agar daerah-daerah lain ikut merasakan dampak lonjakan turis.
Penerbangan internasional langsung ke bandara regional akan ditambah dengan skema hak lalu lintas udara khusus serta insentif biaya bagi maskapai. Penerbangan domestik penghubung dari Bandara Incheon ke berbagai wilayah juga akan diperbanyak.
Layanan bus bandara malam hari yang sebelumnya terbatas pada 13 rute wilayah Seoul akan diperluas hingga Provinsi Chungcheong dan Gangwon. Bahkan, tiket kereta cepat KTX nantinya bisa dipesan lebih jauh hari, memberi fleksibilitas lebih bagi wisatawan dalam menyusun itinerary.
Liburan Rasa Lokal Lewat “Visit Korea Year”
Mulai 2027 hingga 2029, kampanye “Visit Korea Year” akan digelar dengan konsep wisata berbasis gaya hidup. Pilihannya beragam, dari K-beauty, K-food, hingga pengalaman K-hiking yang dekat dengan alam.
Tren wisata kini memang bergeser. Banyak wisatawan ingin merasakan kehidupan sehari-hari ala warga lokal, bukan sekadar mengunjungi spot populer. Dengan pendekatan ini, Korea Selatan berharap setiap wisatawan tak hanya datang untuk melihat, tetapi juga untuk benar-benar merasakan dan membawa pulang pengalaman yang berkesan.
Tinggalkan Komentar
Komentar