Periskop.id - Perusahaan properti dan pengembang kawasan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,15 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 83,89% year on year (yoy) dibandingkan senilai Rp623,91 miliar pada 2024.
Seiring kinerja tersebut, perseroan mencatatkan laba per saham dasar senilai Rp67,79 pada 2025, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp38,78 pada 2024, sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3).
Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan neto yang tercatat sebesar Rp4,32 triliun pada 2025 atau tumbuh 52,36% (yoy) dibandingkan senilai Rp2,83 triliun pada 2024. Pendapatan dikontribusikan dari segmen penjualan tanah dan bangunan senilai Rp4,19 triliun, dari segmen sewa senilai Rp35,47 miliar, serta segmen lainnya Rp94,17 miliar.
Seiring pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan turut naik menjadi senilai Rp1,72 triliun pada 2025, dibandingkan senilai Rp1,25 triliun pada 2024. Beban tersebut dikontribusikan dari beban penjualan senilai Rp108,40 miliar, beban umum dan administrasi senilai Rp327,70 miliar, dan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi senilai Rp27,72 miliar.
Kemudian, beban keuangan senilai Rp57,67 miliar, beban pajak final senilai Rp217,14 miliar, serta beban lain-lain senilai Rp2,05 miliar. Per 31 Desember 2025, perusahaan milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) ini mencatatkan total aset senilai Rp50,58 triliun, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp46,57 triliun per 31 Desember 2024.
Adapun, jumlah liabilitas tercatat senilai Rp18,92 triliun per 31 Desember 2025, atau menurun dibandingkan senilai Rp19,99 triliun per 31 Desember 2024. Sementara itu, jumlah ekuitas tercatat senilai Rp31,66 triliun per 31 Desember 2025, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp26,59 triliun per 31 Desember 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar