periskop.id - Di bulan Ramadan, ada satu malam yang sangat dinantikan oleh umat muslim, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam istimewa ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Karena keutamaannya yang begitu besar, banyak orang berusaha memaksimalkan ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan bisa meraih keberkahan malam tersebut.
Pada malam yang penuh kemuliaan ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa. Suasana Ramadan yang khusyuk juga membuat banyak orang memanfaatkan waktu malam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan atas segala kesalahan.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika malam Lailatul Qadar adalah membaca doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Doa ini berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT karena pada malam tersebut pintu ampunan dan rahmat terbuka sangat luas. Dengan membaca doa Lailatul Qadar, umat muslim berharap bisa mendapatkan keberkahan, pengampunan dosa, dan pahala yang berlipat ganda.
Bacaan Doa Lailatul Qadar
Melansir dari situs NU Online, terdapat dua bacaan yang dianjurkan untuk diamalkan saat malam Lailatul Qadar. Kedua doa ini merupakan doa yang paling utama dan diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dan lima imam hadis lainnya kecuali Imam Abu Dawud.
Doa pertama adalah sebagai berikut.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Sementara itu, berikut bacaan doa kedua.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي .
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah).
Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Mengapa Doa Ini Begitu Penting Untuk Diamalkan?
Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan karena mengandung makna yang begitu penting bagi umat muslim. Meskipun singkat, doa tersebut menyimpan banyak kebaikan dan menjadi salah satu bentuk permohonan ampun kepada Allah.
1. Memiliki makna yang mendalam
Doa ini termasuk dalam doa jawami’ul kalim, yakni doa yang singkat namun sarat dengan makna dan kebaikan. Melalui doa ini, seorang hamba memohon ampunan kepada Allah. Ketika Allah mengampuni dosa hamba-Nya di dunia, Dia akan melimpahkan berbagai nikmat. Sementara itu, jika ampunan diberikan di akhirat, Allah akan menyelamatkan hamba-Nya dari siksa neraka dan memasukkannya ke dalam surga.
2. Mengandung nama dan sifat Allah
Di dalam doa tersebut, terdapat penyebutan salah satu nama Allah, yaitu Al-Afuwwu, yang berarti Maha Pemaaf. Penyebutan ini menjadi bentuk permohonan agar Allah memberikan ampunan serta melimpahkan sifat pemaaf-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
3. Mengajarkan sifat yang dicintai Allah
Doa ini juga menegaskan bahwa Allah sangat menyukai sikap memaafkan. Oleh karena itu, doa tersebut dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi umat muslim untuk meneladani sifat tersebut dengan saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama.
4. Mujarab saat dibaca di malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh ampunan dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam tersebut, sebab isinya merupakan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Dengan mengamalkannya, umat muslim berharap dapat dibersihkan dari dosa-dosa yang pernah diperbuat serta mendapatkan rahmat dan keberkahan dari-Nya.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengamalkan Doa Lailatul Qadar?
Doa Lailatul Qadar dapat dibaca selama bulan Ramadan atau saat 10 hari terakhir Ramadan. Menurut mayoritas ulama Mazhab Syafi’i meyakini bahwa Lailatul Qadar jatuh dalam periode itu, jadi sangat dianjurkan membaca doa Lailatul Qadar selama 10 hari terakhir.
Sementara itu, Rasulullah Saw. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, berkata:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
Jadi, bisa dikatakan kemungkinan malam Lailatul Qadar akan jatuh di antara malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Tinggalkan Komentar
Komentar