Periskop.id - Manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu memberikan klarifikasi atas masuknya emiten petrokimia itu sebagai pemegang saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Aksi korporasi ini terjadi pada April 2026, bersamaan dengan rencana penawaran saham perdana PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Manajemen TPIA menegaskan, pembelian saham PRDA itu bukan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Langkah tersebut disebut murni sebagai investasi jangka pendek.

Penegasan ini penting mengingat lini bisnis TPIA dan PRDA berada di sektor yang sama sekali berbeda. TPIA dikenal sebagai emiten petrokimia, sementara PRDA bergerak di bidang layanan diagnostik kesehatan.

Keputusan TPIA masuk ke PRDA pada April 2026 menarik perhatian lantaran waktunya berdekatan dengan agenda IPO PRDL. PRDL merupakan anak usaha Grup Prodia, yang merupakan afiliasi dari PRDA.

Manuver emiten milik Prajogo Pangestu itu pun memunculkan spekulasi soal kemungkinan keterkaitan strategis antara TPIA dengan Grup Prodia. Manajemen TPIA, menurutnya, menampik anggapan tersebut.

Investasi jangka pendek yang dimaksud manajemen TPIA merujuk pada pembelian saham PRDA yang tidak dimaksudkan untuk membangun sinergi operasional antara bisnis petrokimia dengan bisnis diagnostik.

PRDL, sebagai entitas yang akan melantai di bursa, merupakan anak usaha Grup Prodia. Grup Prodia sendiri berafiliasi dengan PRDA yang sahamnya kini dipegang sebagian oleh TPIA.

Rencana IPO PRDL dijadwalkan pada Juli 2026. Aksi korporasi itu menjadi salah satu agenda pasar modal yang dinantikan, mengingat PRDL bernaung di bawah grup yang sudah punya rekam jejak di industri diagnostik Indonesia.

Masuknya TPIA ke struktur kepemilikan PRDA pada April 2026 tercatat sebagai perpindahan yang relatif baru. Emiten Prajogo Pangestu itu sebelumnya tidak tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan diagnostik tersebut.

Manajemen TPIA hingga kini tidak merinci lebih lanjut soal nilai investasi maupun rencana kelanjutan kepemilikan saham PRDA tersebut pasca-IPO PRDL pada Juli 2026.