Periskop.id - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7). Penawaran umum perdana atau IPO perseroan mencatat kelebihan permintaan hingga 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat.
Sebanyak 555.699 investor ikut serta dalam pemesanan saham JECX sepanjang masa penawaran berlangsung. Perseroan melepas 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor pasca-IPO, dengan harga penawaran Rp1.250 per saham.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk. dapat berjalan lancar hingga perseroan resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Melalui IPO ini, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience," ujar Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk. DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K) dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (7/7).
Dari aksi korporasi ini, Nitrasanata Dharma berhasil menghimpun total dana Rp609,98 miliar. Rinciannya, Rp406,65 miliar berasal dari penerbitan 325.322.300 saham baru (10% modal), sementara Rp203,33 miliar berasal dari penjualan 162.661.200 saham divestasi milik DR. Dr. Waldensius Girsang, Sp.M(K) atau setara 5% modal.
Dana dari penerbitan saham baru akan dialokasikan untuk melunasi sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta menutup kebutuhan modal kerja. Salah satu prioritas utama penggunaan dana tersebut adalah pembangunan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.
Fasilitas baru itu dirancang sebagai klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital, yang menyasar peluang pertumbuhan medical tourism di Indonesia.
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. David Agus, yang bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek, menilai IPO JECX sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang perseroan. Rekam jejak JEC selama lebih dari 40 tahun beroperasi, ditopang jaringan rumah sakit dan klinik yang terus bertambah, disebutnya menjadi modal kuat dalam memanfaatkan ekspansi industri layanan kesehatan mata di Indonesia.
Dengan harga penawaran Rp1.250 per saham, kapitalisasi pasar PT Nitrasanata Dharma Tbk. saat pencatatan perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Secara historis, perseroan bermula dari Klinik Mata Jakarta yang berdiri pada 1984, kemudian bertransformasi menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Kini JECX mengoperasikan lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Layanan yang tersedia mencakup berbagai subspesialisasi, mulai dari kornea, retina, glaukoma, mata anak, bedah refraktif, hingga okuloplasti. Di sisi tata kelola, perseroan telah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022 untuk keamanan informasi dan tengah menjalani proses sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, menyusul RS Mata JEC @ Kedoya yang lebih dahulu meraih akreditasi JCI sejak 2014.
Tinggalkan Komentar
Komentar