Periskop.id - PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (7/7). IPO perseroan dibanjiri permintaan hingga oversubscribed 273,37 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling).

Antusiasme pasar terlihat dari jumlah pihak yang ikut memesan saham JELI, yakni 630.491 investor selama masa penawaran umum. Harga IPO dipatok di Rp900 per saham, berada di batas bawah kisaran awal Rp900-Rp1.120 per saham, dengan harga pembukaan perdagangan perdana yang juga bertengger di level yang sama.

"Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini," ujar Direktur PT Niramas Utama Tbk. Adhi S. Lukman dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (7/7).

Melalui aksi korporasi ini, Niramas Utama menghimpun dana Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi. Perseroan menerbitkan 266 juta saham baru, setara 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca penawaran umum.

Porsi terbesar dana IPO, sekitar 56,7%, akan digelontorkan sebagai penyertaan modal ke entitas anak PT NPS guna memperbesar kapasitas produksi gummy candy dan produk jeli. Sekitar 10,04% berikutnya dialokasikan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi, sekaligus peningkatan kapasitas gudang dan efisiensi logistik.

Sebanyak 10,9% dari total dana diperuntukkan bagi pelunasan sebagian utang jangka pendek. Sisa sekitar 22,36% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja operasional perseroan.

Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai listing INACO menandai babak pertumbuhan baru perseroan di pasar modal. Menurutnya, fondasi bisnis yang dibangun lebih dari tiga dekade, strategi ekspansi yang terukur, serta perbaikan profitabilitas menjadi modal kuat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

PT Niramas Utama Tbk. telah beroperasi lebih dari 30 tahun sebagai produsen makanan dan minuman berbasis kelapa. Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan penjualan senilai Rp753,05 miliar.

Meski penjualan sempat terkoreksi dalam dua tahun terakhir, perseroan disebut berhasil mendongkrak profitabilitas lewat efisiensi operasional, optimalisasi biaya bahan baku, serta pengembangan portofolio produk bermargin lebih tinggi. Fasilitas produksi perseroan saat ini tersebar di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.

Produk INACO kini sudah merambah sejumlah pasar ekspor, antara lain Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global yang tengah dijalankan perseroan.