iklan periskop
Saham

6 Perusahaan Antre di Pipeline IPO BEI, Tiga Beraset Jumbo

BEI mencatat 6 perusahaan dalam pipeline IPO per Juli 2026. Tiga di antaranya beraset jumbo, dengan dominasi sektor konsumer dan kesehatan.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
ihsg
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww/pri.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah perusahaan dalam pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) mengalami perubahan. Hingga 8 Juli 2026, tercatat sebanyak 5 perusahaan telah resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp1,67 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat 6 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin kepada wartawan, Rabu (8/7).

Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 3 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar, 1 perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta 2 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Berdasarkan sektornya, perusahaan dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor consumer cyclicals sebanyak 2 perusahaan, healthcare 2 perusahaan, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.

Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 93 emisi dari 52 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp94,45 triliun.

Saat ini, terdapat 28 emisi dari 21 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS.

Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor infrastruktur sebanyak 6 perusahaan, sektor energi dan keuangan masing-masing 5 perusahaan, serta sektor basic materials dan consumer non-cyclicals masing-masing 2 perusahaan. Selain itu, terdapat 1 perusahaan dari sektor healthcare.

Sementara itu, hingga 8 Juli 2026 tercatat terdapat 4 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp3,89 triliun. Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai pipeline IPO, Initial Public Offering (IPO), pasar modal, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.