Periskop.id – Dua emiten anyar, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), langsung mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). Keduanya kompak melesat hingga mendekati batas atas auto rejection atas (ARA), mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham IPO hari ini.
Saham JELI, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, melonjak 25% ke level Rp1.125 dari harga penawaran Rp900 per saham. Sementara itu, saham JECX yang bergerak di sektor layanan kesehatan mata juga melesat 24,8% ke posisi Rp1.560 dari harga IPO Rp1.250 per saham.
Pada perdagangan sesi awal, JELI sempat mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 275 kali dengan volume 366 saham dan nilai transaksi Rp41,18 juta. Adapun JECX mencatatkan aktivitas lebih ramai dengan frekuensi 570 kali, volume 1.448 saham, serta nilai transaksi mencapai Rp225,89 juta.
Antusiasme Tinggi sejak Masa Penawaran
Kinerja impresif di hari debut ini sejalan dengan tingginya minat investor saat penawaran umum perdana. IPO JELI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi 630.491 investor.
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menyebut pencatatan saham ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perseroan. Melalui IPO, perusahaan menghimpun dana Rp239,4 miliar dari penerbitan 266 juta saham baru.
Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi, terutama melalui entitas anak, serta penguatan modal kerja dan efisiensi operasional.
Di sisi lain, IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) juga menuai respons kuat dari pasar dengan kelebihan permintaan mencapai 62,5 kali dan partisipasi 555.699 investor. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, yang bersumber dari penerbitan saham baru serta divestasi sebagian kepemilikan pemegang saham lama.
Presiden Direktur Johan A. M. M. Hutauruk menegaskan bahwa dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendorong ekspansi usaha. Salah satu agenda utama adalah pengembangan fasilitas JEC Bali @ Sanur yang diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan mata berstandar internasional.
Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan berbasis pariwisata (medical tourism), seiring meningkatnya permintaan layanan medis berkualitas di dalam negeri.
Tinggalkan Komentar
Komentar