Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perkembangan terbaru pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Hingga 10 Juli 2026, tercatat sebanyak 7 perusahaan telah resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp2,16 triliun.
“Hingga saat ini, terdapat 4 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin kepada wartawan, ditulis Sabut (11/7).
Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 2 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar, tidak terdapat perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta 2 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.
Berdasarkan sektornya, perusahaan dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor healthcare sebanyak 2 perusahaan, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.
Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue
Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 109 emisi dari 59 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp100,12 triliun.
Saat ini, terdapat 12 emisi dari 11 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS.
Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor infrastruktur sebanyak 5 perusahaan, sektor energi sebanyak 3 perusahaan, sektor basic materials sebanyak 2 perusahaan, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
Sementara itu, hingga 10 Juli 2026 tercatat terdapat 4 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp3,89 triliun. Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar