periskop.id - Para ilmuwan di Tiongkok kembali mencatatkan tonggak sejarah dalam dunia fisika terapan. Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) mengumumkan keberhasilan mereka menciptakan magnet superkonduktor penuh dengan kekuatan medan magnet mencapai 35,6 tesla, angka yang menembus rekor dunia.
Magnet ini dikembangkan di Synergetic Extreme Condition User Facility, sebuah fasilitas riset yang dirancang untuk mendukung eksperimen mutakhir lintas disiplin.
Dengan apertur 35 milimeter, magnet ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan juga sebuah instrumen penelitian yang akan membuka jalan bagi eksplorasi fenomena mikro yang selama ini masih misterius. “Pencapaian ini menyediakan kondisi eksperimen dengan medan magnet sangat tinggi yang penting bagi penelitian mutakhir di bidang-bidang seperti ilmu material dan ilmu hayati,” kata CAS dalam pernyataannya yang dilansir dari Antara, Rabu (28/1).
Sebagai gambaran, medan magnet ini 12–24 kali lebih kuat dibandingkan peralatan MRI medis yang biasa digunakan di rumah sakit, dan lebih dari 700.000 kali kekuatan medan magnet Bumi.
Kekuatan sebesar ini memungkinkan peneliti mengamati perilaku elektron, mempelajari material kuantum, hingga menguji superkonduktivitas suhu tinggi dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.
Proses pengembangannya melibatkan Institut Teknik Elektro CAS yang menangani desain dan manufaktur, serta Institut Fisika CAS yang fokus pada pemantauan kesehatan sistem dan pengukuran presisi. Kolaborasi ini berhasil mengatasi tantangan besar, mulai dari stabilitas medan magnet hingga efisiensi energi pada suhu ultra-rendah.
Magnet superkonduktor semacam ini memiliki karakteristik unik: resistansi listrik nol, konsumsi energi rendah, serta stabilitas medan magnet yang tinggi. Tak heran jika aplikasinya meluas ke berbagai bidang, mulai dari instrumen ilmiah canggih, peralatan medis kelas atas, energi, hingga transportasi.
Di dunia riset internasional, magnet dengan intensitas tinggi juga digunakan untuk mempelajari material topologi, semikonduktor baru, hingga protein biologis yang membutuhkan kondisi ekstrem untuk diamati.
Sejumlah riset global menunjukkan bahwa magnet superkuat berperan penting dalam pengembangan reaktor fusi nuklir, teknologi energi masa depan yang diharapkan mampu menyediakan sumber daya bersih dan berkelanjutan.
Selain itu, magnet semacam ini juga menjadi tulang punggung dalam eksperimen quantum oscillation yang membantu memahami sifat dasar elektron dalam material kompleks.
Tiongkok menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat riset fisika terdepan dunia. Lebih dari sekadar rekor, magnet superkonduktor penuh 35,6 tesla ini adalah pintu menuju era baru penemuan ilmiah dan inovasi teknologi.
Tinggalkan Komentar
Komentar