Periskop.id - Pelatih kepala timnas Indonesia John Herdman, membuka peluang untuk menambah pemain naturalisasi baru untuk tim Garuda. Bisa dibilang, kehadiran Herdman meneruskan kedatangan pemain-pemain naturalisasi keturunan Belanda, di era kepelatihan Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert. 

Seperti pendahulunya, Herdman mengaku sama sekali tak menutup kemungkinan adanya pemain naturalisasi baru untuk membawa Indonesia bersaing di level top dunia.

"Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, pemain yang bermain di lima liga top dunia," kata Herdman di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1). 

Menurutnya Timnas Indonesia butuh pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola dunia dan sepak bola internasional. “Jadi saya akan terus merekrut pemain yang karirnya menceritakan kisah terbaik. Dan karir sepak bola seseorang tidak berbohong, kalau Anda pemain top, Anda bermain di level tertinggi," imbuhnya.

Ia meyakini, Indonesia sekarang berada di tahap di mana banyak orang ingin bermain untuk negara ini. “Dan para pemain lokal, semangat, energi, dan komitmen mereka akan sangat terlihat," lanjutnya. 

Herdman kemudian menjawab pertanyaan wartawan apakah dia akan mencari pemain keturunan Indonesia dari dataran Inggris, tempat ia lahir pada 19 Juli 1975 di Consett. Pelatih 50 tahun itupun hanya mengatakan, akan mencari pemain terbaik dari mana pun. 

Sejauh ini, Indonesia mempunyai satu pemain keturunan Inggris, yaitu Elkan Baggot. Pemain ini terakhir kali membela tim senior Indonesia pada dua tahun lalu di Piala Asia 2023.

"Kami berusaha membawa pemain terbaik ke negara ini. Meyakinkan mereka untuk bermain bagi Indonesia memang langkah besar, karena ada banyak peluang lain bagi pemain-pemain itu," tuturnya.

Agenda terdekat yang akan dijalani Herdman adalah pada FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret. Tuntas dengan FIFA Series, Herdman akan memimpin tim Garuda pada agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli.

Target jangka pendeknya di tim Garuda yakni, mengurai kegagalan Indonesia ke Piala Dunia. 

Tiga Poin
Herdman mengatakan, ada tiga poin utama yang dalam waktu dekat perlu ia lakukan. Pertama mendengarkan, kedua memahami, dan ketiga bertindak. Tiga poin ini perlu segera ia lakukan untuk mengurai kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Ia perlu memahami apa kekurangan Indonesia dalam dua tahun perjalanan menuju Piala Dunia 2026, agar nantinya tak mengulang lagi kegagalan yang sama saat ia memimpin tim Garuda ke Piala Dunia 2030.

“Dalam jangka pendek, yang terpenting adalah melakukan penilaian, meluangkan waktu untuk mendengarkan, memahami pengalaman orang-orang. Pada Piala Dunia terakhir, dari pengalaman taktis saya sendiri dalam mengevaluasi kampanye dua tahun tersebut, yang Anda tahu, sudah sangat dekat, sangat dekat, tetapi akhirnya gagal, kita harus memahami di mana letak kekurangannya," beber Herdman.

Salah satu orang yang akan ia tuju untuk didengarkan pendapatnya adalah sang kapten, yaitu Jay Idzes, yang selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dari putaran pertama hingga putaran keempat, menyelesaikan 15 pertandingan menjadi starter dan bermain penuh.

"Dan itu berarti berbicara dengan kapten, membentuk kelompok kepemimpinan untuk benar-benar memahami apa yang mereka alami. Bagaimana mereka menderita di momen-momen tertentu, bagaimana mereka secara kolektif bangkit kembali dari keberhasilan dan kegagalan dalam kampanye tersebut," ungkapnya. 

"Saya sudah mulai berkomunikasi dengan kapten dan beberapa pemimpin kunci. Saya telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu mereka bahwa saya ada di sini, saya mengamati. Dan kemudian membangun tim di sekitar tim itu sendiri," tambahnya.  

Hasil target jangka pendek ini akan ia terapkan pada laga pertamanya bersama Indonesia yang menjadi tuan rumah FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Maret mendatang. Ia berharap cara ini akan mendapatkan hasil serupa seperti ia melatih tim putri Selandia Baru dan Kanada, serta tim putra Kanada, ketika mengantarkan mereka bermain di level tertinggi, yaitu Olimpiade dan Piala Dunia.

"Anda tahu, pekerjaan saya selama 15–20 tahun terakhir adalah meloloskan tim ke Olimpiade dan Piala Dunia. Ini tentang melihat apa yang hilang dalam kebiasaan tersebut dan membangunnya. Jadi, dalam jangka pendek: dengarkan, pahami, lalu bertindak. Mari kita mulai," tandasnya.

Timnas Senior dan U-23
Untuk diketahui, Mantan pelatih tim nasional Kanada John Herdman resmi ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Selain ditunjuk sebagai pelatih tim senior, Herdman juga mendapatkan mandat untuk menangani timnas U-23 Indonesia.

Herdman akan menggantikan posisi dari Patrick Kluivert yang dipecat oleh PSSI pada 24 Oktober 2025. "Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih level lolos ke Piala Dunia,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangan resmi Sabtu.

Menurut Erick, dukungan Presiden Prabowo menjadi energi besar bagi PSSI untuk memperbaiki diri dan memperkuat fondasi sepak bola nasional, terutama dari level usia muda. Salah satu langkah menuju program tersebut yakni dimulai dari penunjukan John Herdman sebagai nakhoda anyar tim Merah Putih.

“Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kita coba lagi, bikin program yang lebih agresif. Hari ini kami memulai lagi program prestasi timnas menuju Piala Dunia dengan menunjuk John Herdman yang memang punya kualifikasi untuk itu,” ujarnya.

Pelatih berusia 50 tahun ini sebelumnya dikabarkan menolak tawaran dari timnas Honduras dan lebih memprioritaskan untuk menjadi pelatih tim Garuda. Pelatih asal Inggris ini dinilai oleh PSSI mempunyai segudang pengalaman dan bisa membawa projek jangka panjang untuk Jay Idzes dan kawan-kawan.

Herdman mempunyai pengalaman sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang bisa membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.

Bersama timnas putri Kanada, Herdman mengamankan tiket di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu di timnas putra, Herdman mengantarkan Alphonso Davies dan kawan-kawan ke Piala Dunia Qatar 2022 yang menjadi momen bersejarah untuk Kanada yang absen selama 36 tahun dari Piala Dunia.