Periskop.id - Timnas Belanda berpesta gol saat menghancurkan Swedia 5-1 pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Minggu (21/6) dini hari WIB. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol, sementara satu gol lain disumbangkan Crysencio Summerville.
Kemenangan telak ini mengantar Belanda naik ke puncak klasemen sementara Grup F dengan empat poin dari dua pertandingan. Sebaliknya, Swedia turun ke posisi kedua dengan tiga poin dan harus menghadapi laga hidup mati melawan Jepang pada pertandingan terakhir grup.
Belanda tampil agresif sejak menit awal. Baru lima menit pertandingan berjalan, Brian Brobbey langsung membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan Cody Gakpo. Gol cepat itu membuat Oranje lebih percaya diri mengendalikan permainan.
Tekanan Belanda kembali membuahkan hasil pada menit ke-17. Brobbey mencetak gol keduanya setelah menyambut umpan Denzel Dumfries. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Swedia sudah tertinggal dua gol dan dipaksa mengejar pertandingan lebih awal.
Swedia mencoba merespons melalui Viktor Gyokeres, tetapi peluangnya masih bisa digagalkan kiper Belanda Bart Verbruggen. Mereka sempat membobol gawang Belanda, namun gol tersebut tidak disahkan karena Gustaf Lagerbielke lebih dulu berada dalam posisi offside.
Keunggulan dua gol pada babak pertama membuat Belanda semakin nyaman. Setelah jeda, Oranje kembali menghukum kelengahan pertahanan Swedia. Cody Gakpo mencetak gol ketiga Belanda pada menit ke-47 setelah memanfaatkan umpan Dumfries.
Tujuh menit kemudian, Gakpo kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia memaksimalkan umpan Crysencio Summerville untuk membawa Belanda unggul 4-0. Gol tersebut praktis membuat pertandingan semakin sulit bagi Swedia.
Swedia hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Anthony Elanga pada menit ke-59. Gol itu menjadi hiburan bagi Swedia, tetapi tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Menjelang laga berakhir, Summerville melengkapi pesta Belanda dengan gol kelima.
Bagi Belanda, kemenangan ini terasa penting karena menjadi jawaban atas hasil kurang maksimal pada laga pembuka. Sebelumnya, tim asuhan Ronald Koeman bermain imbang 2-2 melawan Jepang setelah kebobolan menjelang akhir waktu normal.
Koeman memang menuntut respons kuat dari para pemainnya setelah hasil imbang tersebut. Pemain Belanda kemudian menjawabnya dengan penampilan jauh lebih tajam, terutama lewat efektivitas serangan di sisi sayap dan penyelesaian akhir yang lebih klinis.
Koeman mengatakan, laga kontra Swedia memang membawa tekanan lebih besar karena Belanda membutuhkan kemenangan. Namun, ia menilai para pemain mampu mengelola situasi dengan baik.
“Jadi ada tekanan yang lebih besar untuk memenangkan pertandingan ini. Kami tahu ini laga yang wajib dimenangkan,” kata Koeman.
“Tapi saya tidak merasakan ketegangan apa pun. Sebagai pelatih, Anda bisa merasakan bagaimana orang-orang bekerja setelah pertandingan pertama seperti itu dan bagaimana masukan para pemain. Dari situ, Anda tahu, semuanya berada di jalur yang benar," tuturnya.
Memainkan Brobbey Sejak Awal
Salah satu keputusan penting Koeman adalah memainkan Brobbey sejak awal. Penyerang itu dipilih mengisi lini depan dan langsung membayar kepercayaan dengan dua gol cepat.
Brobbey mengaku senang bisa memberi dampak langsung bagi tim. Namun, ia menegaskan kemenangan besar atas Swedia bukan hanya hasil kerja individu, melainkan buah dari kekompakan skuad Belanda.
“Itu rasanya luar biasa untuk membuat dampak langsung dan saya pikir sebagai tim kami bermain dengan sangat baik,” ujar Brobbey seperti dikutip laman FIFA pada Minggu.
Brobbey juga menilai kekuatan utama Belanda ada pada hubungan antarpemain yang saling mendukung. Menurut dia, ikatan dalam tim menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen panjang seperti Piala Dunia.
“Saya pikir semua orang memiliki ikatan yang bagus satu sama lain dan kami juga akan berjuang untuk satu sama lain, itu yang terpenting,” tegas Brobbey.
Selain Brobbey, Gakpo juga menjadi aktor utama dalam kemenangan ini. Ia bukan hanya memberi assist untuk gol pertama, tetapi juga mencetak dua gol pada awal babak kedua. Performa Gakpo membuat serangan Belanda jauh lebih hidup dan sulit diprediksi.
Summerville juga memberi dampak besar setelah masuk dari bangku cadangan. Ia mencetak satu gol dan terlibat dalam beberapa momen penting serangan Belanda. Kontribusinya memperlihatkan bahwa kedalaman skuad Oranje bisa menjadi senjata tambahan di fase berikutnya.
Dari sisi Swedia, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka tampil impresif pada laga pembuka. Sebelumnya, Swedia menang besar 5-1 atas Tunisia. Namun, melawan Belanda, mereka justru menjadi tim yang kebobolan lima gol.
Pelatih Swedia Graham Potter mengakui timnya gagal mengawali pertandingan dengan baik. Ia menyebut Belanda mampu mengeksploitasi area sayap dan menghukum kesalahan timnya sejak awal laga.
“Saya tidak menyangka pertandingan akan berjalan seperti ini, namun kami harus belajar dari hal ini,” kata Potter.
“Mereka menyulitkan kami di area sayap. Gol pertama berasal dari umpan panjang yang tidak kami tangani dengan baik,” sambung Potter.
Menurut Potter, kekalahan besar ini membuka banyak celah yang harus segera diperbaiki. Ia menyebut pengalaman buruk seperti ini terkadang diperlukan agar tim bisa melihat kekurangan secara lebih jelas.
Swedia sebenarnya sempat berusaha keluar dari tekanan setelah hydration break pertama. Mereka beberapa kali menciptakan peluang, terutama melalui Gyokeres dan Elanga. Namun, efektivitas Belanda membuat setiap kesalahan Swedia terasa mahal.
Kekalahan 1-5 membuat situasi Swedia di Grup F menjadi lebih rumit. Mereka masih memiliki tiga poin, tetapi selisih gol yang menurun bisa menjadi masalah jika persaingan menuju babak 32 besar harus ditentukan oleh hitungan klasemen mini atau peringkat ketiga terbaik.
Swedia selanjutnya akan menghadapi Jepang di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Jumat 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB. Potter harus segera membenahi konsentrasi lini belakang dan kemampuan tim mengatasi tekanan dari sisi lapangan.
Sementara itu, Belanda akan menghadapi Tunisia pada laga terakhir Grup F. Dengan empat poin, Oranje berada di posisi kuat untuk melaju ke babak 32 besar. Namun, kemenangan atas Tunisia tetap penting untuk mengunci posisi juara grup dan mendapatkan jalur fase gugur yang lebih menguntungkan.
Format Piala Dunia 2026 membuat persaingan grup lebih terbuka. Dua tim teratas dari masing-masing 12 grup lolos langsung ke babak 32 besar, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik. Dengan situasi itu, setiap gol dan selisih gol menjadi sangat berharga.
Kemenangan 5-1 atas Swedia bukan hanya memperbaiki posisi Belanda di klasemen, tetapi juga mengangkat kembali kepercayaan diri tim. Setelah hasil imbang melawan Jepang, Oranje membutuhkan kemenangan yang tidak sekadar tiga poin, tetapi juga menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim yang bisa melaju jauh.
Dari laga di Houston, pesan Belanda cukup jelas. Mereka bisa bangkit cepat, punya banyak sumber gol, dan mampu menghukum lawan sejak menit awal. Brobbey dan Gakpo menjadi wajah utama pesta gol itu, tetapi kemenangan ini juga memperlihatkan kekuatan kolektif Oranje yang mulai menemukan ritmenya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar