Periskop.id - Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 2-1 atas Pantai Gading pada laga Grup E di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada, Sabtu (20/6) waktu setempat atau Minggu (21/6) dini hari WIB. Deniz Undav menjadi pahlawan Die Mannschaft lewat dua gol setelah masuk dari bangku cadangan.

Kemenangan ini terasa penting bagi Jerman karena mengakhiri tren buruk mereka dalam dua edisi Piala Dunia terakhir. Pada 2018 dan 2022, tim empat kali juara dunia itu selalu tersingkir di fase grup. Kini, Jerman kembali ke fase gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Advertisement

Pantai Gading sebenarnya lebih dulu unggul melalui Franck Kessie pada menit ke-30. Namun, Jerman membalikkan keadaan lewat gol Undav pada menit ke-68 dan gol penentu kemenangan pada menit 90+4.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen sementara Grup E dengan enam poin. Pantai Gading tetap berada di posisi kedua dengan tiga poin dari dua laga, mereka belum aman dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir fase grup.

Sejak awal pertandingan, Jerman tampil menekan. Kai Havertz mendapat peluang cepat setelah memenangkan duel udara dan menyambut bola liar, tetapi tembakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Tidak lama kemudian, sundulan Havertz dari umpan Joshua Kimmich juga masih bisa ditepis kiper Pantai Gading Yahia Fofana.

Jerman sempat mengira sudah membuka keunggulan ketika Aleksandar Pavlovic menyundul bola hasil skema sepak pojok. Namun, gol itu dianulir wasit karena Pavlovic dinilai melakukan pelanggaran terlebih dahulu.

Pantai Gading yang lebih banyak menunggu justru berhasil memberi pukulan lewat serangan cepat. Yan Diomande menusuk dari sisi kiri dan mengirim bola mendatar ke area berbahaya. Tembakan Amad Diallo sempat diblok Nathaniel Brown, tetapi bola muntah jatuh ke kaki Franck Kessie. Gelandang Pantai Gading itu kemudian menyambar bola untuk membawa Les Elephants unggul 1-0 pada menit ke-30.

Ideal Tapi Tertinggal

Jerman kembali membobol gawang Pantai Gading melalui Kai Havertz, tetapi gol itu lagi-lagi tidak disahkan karena ada pelanggaran dalam proses serangan. Dua gol yang dianulir membuat Jerman menutup babak pertama dalam situasi tidak ideal: dominan, tetapi tertinggal.

Memasuki babak kedua, Jerman terus mencoba mengambil inisiatif. Namun, Pantai Gading tidak hanya bertahan. Mereka beberapa kali keluar menyerang dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap untuk mengancam pertahanan Jerman.

Situasi mulai berubah setelah Julian Nagelsmann melakukan pergantian pemain pada sekitar satu jam pertandingan. Nadiem Amiri dan Deniz Undav masuk untuk memberi energi baru. Keputusan itu langsung berdampak besar.

Pada menit ke-68, Amiri mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Undav menyambut bola dengan sontekan yang mengubah skor menjadi 1-1. Gol itu menghidupkan kembali Jerman yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan Pantai Gading.

Pantai Gading punya peluang untuk kembali unggul melalui Simon Adingra. Ia berada dalam posisi cukup bebas di sisi kiri kotak penalti setelah pergerakan Nicolas Pepe dan Evann Guessand menarik perhatian lini belakang Jerman. Namun, kontrol bola yang kurang sempurna membuat kesempatan tersebut terbuang.

Kegagalan itu harus dibayar mahal. Pada menit keempat masa tambahan waktu, Felix Nmecha mengirim umpan terobosan ke arah Undav. Penyerang Jerman itu berbalik badan, menjaga ketenangan, lalu menuntaskan peluang menjadi gol kedua. Jerman berbalik unggul 2-1 dan mempertahankan skor hingga laga berakhir.

Kemenangan ini memperlihatkan kedalaman skuad Jerman. Saat pemain inti belum mampu menyelesaikan pertandingan, para pemain pengganti justru menjadi pembeda. Undav tidak hanya mencetak gol penyama, tetapi juga gol kemenangan yang memastikan Jerman melaju ke fase gugur.

Bek Jerman Jonathan Tah memuji mentalitas rekan-rekannya yang tidak menyerah meski tertinggal lebih dulu. Menurut dia, karakter seperti ini sangat dibutuhkan jika Jerman ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

"Kami memiliki semua yang diperlukan untuk sukses di turnamen ini. Mentalitas juara, semangat tim. Kami tidak menyerah. Kami terus berjuang," kata Tah.

Tah juga menyoroti peran pemain pengganti yang mengubah arah pertandingan. Ia secara khusus memberi pujian kepada Deniz Undav yang tampil efektif dalam waktu bermain terbatas.

"Para pemain pengganti membawa energi baru ke dalam permainan. Deniz (Undav) pantas mendapat pujian khusus. Dia luar biasa," ujar Tah.

Secara statistik, performa Undav semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kartu penting Jerman. Reuters mencatat ia kini mencetak sembilan gol dalam delapan penampilan terakhirnya bersama tim nasional. Catatan itu membuatnya layak dipertimbangkan menjadi starter pada laga berikutnya.

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann juga menyebut kemenangan ini pantas didapatkan timnya karena para pemain terus bekerja meski pertandingan berjalan sulit. Ia menilai pergantian pemain menjadi salah satu kunci perubahan arah laga.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Pantai Gading. Tim asuhan Emerse Fae sempat berada di jalur menuju kemenangan dan berpeluang mendekat ke babak gugur. Namun, kurangnya efektivitas pada babak kedua dan kegagalan menjaga konsentrasi hingga akhir membuat mereka pulang tanpa poin.

Detail Kecil Menentukan Hasil

Pantai Gading sebenarnya menunjukkan permainan yang berani. Mereka tidak hanya menunggu di belakang, tetapi juga mampu menyerang lewat transisi cepat. Gol Kessie menjadi bukti bahwa Les Elephants bisa menghukum kelengahan Jerman.

Namun, dalam pertandingan sebesar Piala Dunia, detail kecil sering menentukan hasil. Peluang Adingra yang gagal dimaksimalkan dan ruang yang diberikan kepada Undav pada masa tambahan waktu menjadi dua momen krusial yang mengubah nasib Pantai Gading.

Bagi Jerman, kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. Mereka kembali menunjukkan mentalitas turnamen setelah dua edisi sebelumnya menjadi bahan kritik karena gagal melewati fase grup. Lolos ke 32 besar memberi ruang bagi Nagelsmann untuk membangun momentum baru.

Format Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim membuat babak gugur dimulai dari 32 besar. Dua tim teratas dari masing-masing grup lolos otomatis, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik. Dengan enam poin dari dua pertandingan, Jerman sudah berada dalam posisi sangat aman untuk melaju.

Jerman masih menunggu hasil pertandingan Curacao melawan Ekuador untuk memastikan apakah mereka sudah terkunci sebagai juara grup. Namun, terlepas dari status akhir di Grup E, Die Mannschaft telah memastikan diri tidak lagi mengulang kegagalan 2018 dan 2022.

Pada laga terakhir, Jerman akan menghadapi Ekuador. Pertandingan itu tetap penting untuk menjaga posisi puncak dan menentukan jalur yang lebih menguntungkan di fase gugur.

Sementara itu, Pantai Gading akan menghadapi Curacao. Dengan tiga poin dari dua laga, mereka masih punya peluang lolos, tetapi harus memaksimalkan pertandingan terakhir dan menjaga selisih gol.

Dari laga di Toronto, pesan terbesar datang dari bangku cadangan Jerman. Ketika rencana awal macet, Undav masuk dan mengubah segalanya. Dua sentuhan menentukan dari sang penyerang membuat Jerman kembali ke jalur yang akrab bagi sejarah mereka: fase gugur Piala Dunia.