Periskop.id - Persaingan top skor Piala Dunia 2026 semakin panas setelah matchday kedua Grup I dan Grup J rampung. Tiga nama besar yang sejak awal paling banyak dibicarakan kini benar-benar menguasai papan atas: Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland.
Sampai Selasa (23/6) pagi WIB, Lionel Messi masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan lima gol. Kapten Argentina itu mencetak hattrick saat melawan Aljazair, lalu menambah dua gol ketika La Albiceleste mengalahkan Austria 2-0.
Di belakang Messi, dua predator modern langsung menempel ketat. Kylian Mbappe dan Erling Haaland sama-sama sudah mengoleksi empat gol. Mbappe mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal, lalu kembali memborong dua gol ketika Les Bleus menundukkan Irak 3-0. Haaland juga membukukan dua brace beruntun, masing-masing ke gawang Irak dan Senegal.
Dengan komposisi ini, perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 terasa seperti panggung tiga generasi besar: Messi sebagai legenda yang belum selesai, Mbappe sebagai pewaris takhta global, dan Haaland sebagai mesin gol yang baru menjalani debut Piala Dunia.
Messi Memimpin dengan Cara yang Dramatis
Messi berada di puncak daftar top skor dengan lima gol dari dua pertandingan. Angka ini terasa luar biasa karena ia mencapainya pada usia yang nyaris 39 tahun.
Laga melawan Austria menjadi puncak cerita sejauh ini. Messi sempat gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan. Namun, ia bangkit dan mencetak dua gol yang bukan hanya memenangkan Argentina, tetapi juga membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.
Gol pertama ke gawang Austria membuat Messi melewati rekor Miroslav Klose. Gol keduanya membuat koleksinya menjadi 18 gol sepanjang sejarah Piala Dunia. Dalam konteks turnamen 2026 saja, tambahan brace itu membuat Messi naik ke lima gol dan mengambil jarak satu gol dari Mbappe serta Haaland.
Cerita Messi terasa menarik karena tidak hanya soal angka. Ia seperti sedang menjalani bab bonus dalam kariernya. Setelah menuntaskan obsesi terbesar dengan menjuarai Piala Dunia 2022, Messi tetap datang ke 2026 sebagai pemain yang masih menentukan. Bukan sekadar simbol, bukan sekadar kapten senior, tetapi masih menjadi pusat gol Argentina.
Mbappe Tidak Mau Tertinggal
Jika Messi memimpin dengan aura legenda, Mbappe mengejar dengan kecepatan pemain yang seolah memang diciptakan untuk Piala Dunia.
Dua gol ke gawang Irak membuat Mbappe naik ke empat gol pada Piala Dunia 2026. Lebih dari itu, gol-gol tersebut juga memperpanjang rekor pribadinya di panggung Piala Dunia. Mbappe kini semakin dekat dengan rekor-rekor besar yang dulu terlihat jauh bahkan untuk pemain elite sekalipun.
Prancis juga memberi Mbappe keuntungan besar. Les Bleus tidak bergantung pada satu sumber serangan. Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola, Rayan Cherki, hingga Desire Doue memberi Prancis banyak variasi. Kondisi ini bisa membuat pertahanan lawan tidak hanya fokus kepada Mbappe.
Namun, di sisi lain, Mbappe tetap menjadi finisher utama. Ketika Prancis butuh gol, bola sering berakhir di kakinya. Ini membuat peluangnya mengejar Messi sangat terbuka, apalagi Prancis sudah memastikan tiket ke babak 32 besar dan berpotensi melaju jauh.
Haaland Bikin Debut Piala Dunia Terasa Menyeramkan
Haaland juga tidak mau kalah. Penyerang Norwegia itu langsung membuktikan reputasinya sebagai salah satu penyelesai akhir paling mematikan di dunia. Dalam dua laga awal, Haaland mencetak empat gol. Ia memborong dua gol saat Norwegia mengalahkan Irak, lalu kembali mencetak dua gol ketika Norwegia menundukkan Senegal 3-2.
Satu hal yang membuat Haaland berbahaya adalah efisiensinya. Ia tidak selalu banyak menyentuh bola, tetapi hampir selalu hadir ketika peluang datang. Norwegia punya Martin Odegaard sebagai pengatur permainan, dan kombinasi keduanya membuat setiap transisi Norwegia terasa berbahaya.
Jika Norwegia mampu melaju jauh, Haaland bisa menjadi ancaman serius bagi Messi dan Mbappe. Apalagi, format Piala Dunia 2026 yang memiliki babak 32 besar memberi tambahan satu pertandingan dibanding format lama. Bagi striker seperti Haaland, satu laga ekstra bisa berarti satu atau dua gol tambahan.
Deniz Undav dan Jonathan David Jadi Pengganggu Elite
Di bawah tiga nama besar itu, ada Deniz Undav dan Jonathan David yang sama-sama mengoleksi tiga gol. Undav sempat memimpin daftar top skor berdasarkan statistik resmi FIFA karena unggul dari Messi dan Jonathan David lewat jumlah assist serta menit bermain. Ia mencetak tiga gol dengan waktu bermain yang sangat efisien, sehingga sempat menjadi cerita menarik di awal turnamen.
Jonathan David juga tidak bisa diabaikan. Penyerang Kanada itu tampil tajam dan membawa namanya masuk persaingan papan atas. Meski kini tertinggal dari Messi, Mbappe, dan Haaland, David masih punya peluang memperbaiki posisi jika Kanada terus mendapat momentum.
Kehadiran Undav dan David membuat perburuan Golden Boot tidak hanya menjadi urusan superstar. Piala Dunia sering melahirkan nama kejutan, dan dua pemain ini sedang berada di jalur itu.
Perebutan Golden Boot Makin Menarik
Dengan kondisi terbaru, Messi memang memimpin. Namun, jarak satu gol dari Mbappe dan Haaland jelas belum aman. Perburuan top skor masih panjang, terutama karena fase gugur belum dimulai.
Ada beberapa faktor yang akan menentukan siapa akhirnya meraih Sepatu Emas.
Pertama, seberapa jauh tim mereka melaju. Messi, Mbappe, dan Haaland sama-sama berada di tim yang punya peluang kuat menuju fase gugur. Argentina dan Prancis sudah sangat kuat, sementara Norwegia juga berada di jalur positif setelah dua kemenangan.
Kedua, peran mereka dalam sistem serangan. Messi masih menjadi pusat serangan Argentina. Mbappe adalah penyelesai utama Prancis. Haaland adalah target utama Norwegia. Artinya, ketiganya sama-sama punya akses besar terhadap peluang mencetak gol.
Ketiga, faktor penalti dan bola mati. Messi dan Mbappe berpotensi menjadi eksekutor utama di tim masing-masing, sedangkan Haaland juga sering menjadi tumpuan utama dalam situasi bola mati dan umpan silang. Hal-hal kecil seperti ini bisa sangat menentukan dalam persaingan top skor.
Keempat, aturan tie-breaker. Jika jumlah gol sama, assist dan menit bermain bisa memengaruhi posisi dalam perebutan Golden Boot. Karena itu, pemain seperti Undav sempat berada di atas Messi ketika jumlah gol mereka sama-sama tiga.
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru
Berikut daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026 sampai Selasa pagi WIB, 23 Juni 2026:
| Posisi | Pemain | Negara | Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Lionel Messi | Argentina | 5 |
| 2 | Kylian Mbappe | Prancis | 4 |
| 3 | Erling Haaland | Norwegia | 4 |
| 4 | Deniz Undav | Jerman | 3 |
| 5 | Jonathan David | Kanada | 3 |
| 6 | Ismaila Sarr | Senegal | 2 |
| 7 | Crysencio Summerville | Belanda | 2 |
| 8 | Mikel Oyarzabal | Spanyol | 2 |
| 9 | Maxi Araujo | Uruguay | 2 |
| 10 | Ayase Ueda | Jepang | 2 |
| 11 | Cody Gakpo | Belanda | 2 |
| 12 | Vinicius Junior | Brasil | 2 |
| 13 | Johan Manzambi | Swiss | 2 |
| 14 | Folarin Balogun | Amerika Serikat | 2 |
| 15 | Yasin Ayari | Swedia | 2 |
| 16 | Kai Havertz | Jerman | 2 |
| 17 | Elijah Just | Selandia Baru | 2 |
Catatan: daftar di atas disusun berdasarkan jumlah gol. Untuk pemeringkatan resmi Golden Boot, pemain dengan jumlah gol sama bisa dipisahkan melalui assist dan menit bermain.
Masuk Fase Menarik
Bisa dibilang, perburuan top skor Piala Dunia 2026 kini memasuki fase yang sangat menarik. Messi memimpin dengan lima gol, tetapi Mbappe dan Haaland hanya tertinggal satu gol.
Narasinya pun terasa sempurna. Messi sedang memperpanjang dongeng terakhirnya bersama Argentina. Mbappe mengejar takhta dengan status sebagai pewaris generasi baru. Haaland, yang baru merasakan Piala Dunia, langsung menunjukkan bahwa ia bisa menjadi mesin gol turnamen.
Di belakang mereka, Undav dan Jonathan David menjaga bumbu kejutan. Sementara itu, deretan pemain dengan dua gol masih bisa merangsek kapan saja, terutama jika mendapat satu malam besar di laga berikutnya.
Jika tren ini berlanjut, perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah turnamen. Bukan hanya karena jumlah golnya, tetapi karena tiga karakter besar sedang berlari di jalur yang sama: legenda, pewaris, dan mesin gol.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar