periskop.id - Platform X resmi menutup fitur Komunitas yang sejak 2021 digadang sebagai ruang interaksi berbasis minat. Alih-alih menjadi wadah diskusi sehat, fitur ini justru berkembang menjadi sarang spam, penipuan, dan distribusi malware.
Kepala Produk X, Nikita Bier, menegaskan bahwa penggunaan fitur ini sangat rendah.
“Komunitas punya visi yang bagus, tetapi digunakan kurang dari 0,4% pengguna, namun menyumbang 80% laporan spam, penipuan finansial, dan malware di X,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (24/4).
Segelintir komunitas yang masih bertahan pun lebih banyak dimanfaatkan sebagai saluran akuisisi audiens bagi kreator di luar X atau komunitas pembuat klip berbayar. Dengan kata lain, tujuan asli untuk membangun percakapan berbasis minat tidak tercapai.
Penutupan resmi dijadwalkan pada 6 Mei 2026, dengan masa transisi hingga 30 Mei 2026. Admin diberi kesempatan memindahkan anggota ke fitur grup obrolan baru.
Untuk mendukung migrasi, layanan pesan XChat kini menyediakan tautan publik yang bisa diikuti hingga 500 anggota, dan akan ditingkatkan menjadi 1.000 anggota dalam beberapa pekan.
Selain itu, X memperkenalkan Custom Timelines khusus bagi pelanggan Premium. Fitur ini memungkinkan pengguna menyematkan umpan topik tertentu di beranda, menyesuaikan interaksi mereka dengan konten yang relevan.
Fenomena ini bukan hal baru di dunia media sosial. Facebook pernah menutup fitur Groups for Pages karena minim partisipasi, sementara Reddit menghadapi tantangan moderasi komunitas besar yang rawan spam. Data dari Statista (2025) menunjukkan, lebih dari 60% pengguna media sosial global mengeluhkan konten spam dan penipuan sebagai masalah utama.
Langkah X menutup Komunitas sekaligus menegaskan tren industri: platform lebih memilih mengembangkan fitur yang mendukung percakapan langsung dan terukur, ketimbang membiarkan ruang terbuka yang sulit diawasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar