periskop.id - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan, pemerintah ingin menghidupkan kembali ekosistem industri mainan di dalam negeri.
Menurutnya, pada era 1980-an, semasa industri mainan Hong Kong berkembang pesat, Indonesia menjadi tujuan banyak perusahaan untuk menempatkan fasilitas produksi.
"Kita ingin menghidupkan ekosistem itu kembali, kita ingin menjadi hub, mainan internasional itu berasal dari Indonesia. Sehingga nanti Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga bisa menjadi produsen terbesar mainan di seluruh dunia," ucapnya dalam acara temu media di Jakarta, Jumat.
Ia menyampaikan, daya beli masyarakat Indonesia masih tergolong baik. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan 53% produk domestik bruto berasal dari konsumsi rumah tangga. Menurut dia, kondisi tersebut meningkatkan minat dan kepercayaan pelaku usaha untuk membuka dan mengembangkan usaha di Indonesia.
Iqbal mencontohkan, LEGO membuka toko terbesarnya di Asia Tenggara di Indonesia. Produk LEGO juga sudah mulai diproduksi di Batam.
Untuk mengembangkan ekosistem industri mainan dan menjadi pusat produksi mainan, ia mengemukakan, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas dan inovasi.
"Satu-satunya cara meningkatkan produktivitas dan inovasi. Kita mulai dari situ...," katanya.
"Kemudian, kita juga ingin minta komitmen tidak hanya itu, bekerja sama dengan small medium enterprises atau UMKM di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya, pada gilirannya, nanti Indonesia bisa menjadi hub mainan anak di seluruh dunia," tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT Mitra Adiperaksa Tbk Handaka Santosa menyampaikan, pembukaan toko LEGO terbesar se-Asia Tenggara di Indonesia dapat menarik wisatawan untuk berbelanja di dalam negeri.
"Turis-turis akan berbelanja di Indonesia dan tidak berbelanja ke luar negeri. Ini juga akan lebih mempercepat tujuan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai shopping tourism destination dan juga menyerap tenaga kerja," tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar