Periskop.id - Pergelaran Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan persaingan sengit dalam perebutan trofi dan adu ketajaman taktik antarnegara. 

Di balik indahnya deretan gol yang tercipta, tensi tinggi kompetisi sepak bola paling megah di dunia ini juga melahirkan catatan statistik kedisiplinan yang sangat menarik untuk dicermati. 

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh FIFA, dinamika pertandingan di sepanjang turnamen diwarnai oleh ribuan momen kontak fisik, kartu peringatan, hingga perangkap offside yang menggambarkan betapa sengitnya pertarungan di atas rumput hijau.

Berikut adalah rangkuman pelanggaran yang tercipta selama gelaran Piala Dunia 2026:

Argentina Paling Sering Dilanggar

Timnas Argentina menjadi tim yang paling sering dilanggar sepanjang Piala Dunia 2026. Tim Tango tercatat menerima 113 pelanggaran dari lawan. 

Angka ini menempatkan Argentina di atas Spanyol yang dilanggar 101 kali dan Swiss dengan 87 pelanggaran.

Posisi Argentina sebagai tim yang paling sering dilanggar bisa dibaca dari beberapa hal. Pertama, mereka memang memiliki banyak pemain kreatif yang sering membawa bola dan memancing duel satu lawan satu. Kedua, lawan melihat cara paling efektif meredam ritme Argentina adalah dengan memutus aliran permainan lewat pelanggaran.

Dalam turnamen besar, tim dengan penguasaan bola dominan dan pemain berbahaya biasanya memang lebih sering menjadi sasaran tekel, tarikan, atau pelanggaran taktis. Argentina tampaknya berada dalam pola tersebut.

Inggris Paling Banyak Melanggar

Jika Argentina menjadi tim yang paling sering dilanggar, Inggris justru muncul sebagai tim yang paling banyak melakukan pelanggaran. Tim Tiga Singa mencatat 116 pelanggaran sepanjang turnamen.

Angka ini menunjukkan bahwa Inggris memainkan pertandingan dengan intensitas fisik sangat tinggi. Banyaknya pelanggaran bisa menjadi cerminan agresivitas, pressing ketat, atau kesulitan menghadapi kecepatan lawan dalam situasi tertentu.

Argentina berada di posisi kedua sebagai tim paling banyak melanggar dengan 100 pelanggaran, disusul Spanyol dengan 89 pelanggaran. 

Menariknya, dua finalis Piala Dunia 2026 sama-sama masuk daftar tiga besar tim yang paling banyak melanggar. Ini memperlihatkan bahwa jalan menuju partai puncak tak hanya membutuhkan teknik dan taktik, tetapi juga duel fisik yang keras.

Kartu Kuning Argentina Juga Paling Banyak

Dominasi Argentina dalam statistik pelanggaran semakin terlihat dari jumlah kartu kuning. Mereka menjadi tim dengan kartu kuning terbanyak, yakni 15 kartu.

Mesir berada di posisi kedua dengan 12 kartu kuning, sementara Kanada berada di posisi ketiga dengan 11 kartu. Jumlah kartu kuning ini memberi gambaran bahwa Argentina tak hanya sering menjadi korban pelanggaran, tetapi juga kerap bermain di area risiko disiplin.

Qatar dan Afrika Selatan Paling Banyak Kartu Merah

Untuk kategori kartu merah, Qatar dan Afrika Selatan sama-sama berada di posisi teratas dengan dua kartu merah. 

Kartu merah biasanya menjadi indikator pelanggaran serius, keputusan emosional, atau situasi pertandingan yang tidak terkendali. Dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia, satu kartu merah saja dapat mengubah arah pertandingan dan memengaruhi nasib sebuah tim.

Argentina dan Spanyol Paling Sering Offside

Argentina juga menjadi tim yang paling banyak melakukan offside dengan catatan 22 kali. Spanyol menyusul sangat dekat dengan 21 offside, sementara Kolombia berada di posisi ketiga dengan 19 offside.

Banyaknya offside bisa dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, ini menunjukkan agresivitas serangan dan keberanian mengambil risiko dengan garis depan yang aktif mencari ruang. Namun di sisi lain, angka offside yang tinggi juga bisa menandakan kurang presisinya timing umpan dan pergerakan penyerang.

Untuk Argentina dan Spanyol, statistik ini cukup wajar karena keduanya memainkan sepak bola menyerang dan sering berusaha menekan pertahanan lawan lewat pergerakan di belakang garis bek.