periskop.id - Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp246 triliun. Realisasi itu setara dengan 84% dari target.

“Sekarang (penyaluran KUR) sudah 84%. Jadi total penyaluran sudah Rp246 triliun," tutur Maman kepada wartawan saat konferensi pers Rapat Koordinasi Infrastruktur Publik dan Pembiayaan KUR di Ayana Mid Plaza Karet, Jakarta, Kamis (27/11).

Adapun hingga saat ini, realisasi penyaluran dari sektor produksi dengan kontribusi terbesar bersumber dari pertanian, disusul oleh sektor fesyen dan usaha lainnya.

Maman menambahkan, pemerintah akan terus berupaya melakukan pemantauan langsung ke bank penyalur. Pemantauan ini mencakup bank-bank seperti BNI, Mandiri, dan BCA, untuk memastikan proses pengajuan KUR berjalan sesuai mekanisme. Dari ketiganya, BNI tercatat sebagai bank penyalur terbanyak.

"Setiap kunjungan ke daerah dengan bank tujuan akan dilakukan sidak secara langsung agar kualitas pendistribusian KUR meningkat dan pelayanan kepada UMKM maksimal," tambahnya.

Selanjutnya, terkait kendala, Maman mengatakan pemerintah masih mendalami berbagai persoalan dalam penyaluran KUR. Masalah tersebut meliputi permohonan yang bervariasi hingga penilaian mantri bank terhadap kelayakan usaha.

"Kita cek betul-betul ke bawah, memastikan tidak ada perlakuan tidak adil,” kata Maman.

Saat ini, kementerian sedang menyiapkan kanal laporan digital yang dinamai ‘Sapa UMKM’. Platform ini memungkinkan pelaku UMKM melaporkan masalah terkait KUR, pungli, pemasaran, atau kendala lain secara terpusat. Sistem ini dirancang berkelanjutan, sehingga menjadi warisan program yang tetap berjalan meski masa jabatan menteri selesai.

"Tujuan kami jelas, ada keberpihakan dan keseriusan untuk mendukung UMKM, menjaga ekonomi bergerak, dan memastikan layanan KUR tepat sasaran,” tutup Maman.