periskop.id - Cara berdiri bisa mengungkapkan kepribadian seseorang. Sebuah penelitian baru dari McGill University menemukan bahwa bahasa tubuh, terutama postur saat berdiri, dapat menjadi petunjuk penting untuk memahami sifat dasar individu.

Seperti dilansir dari Your Tango, Selasa (26/8), studi yang dipimpin oleh Soren Wanio-Theberge dan Jorge Armony menganalisis 608 orang dewasa muda melalui foto-foto mereka dalam posisi alami. Hasilnya menunjukkan bahwa cara berdiri cenderung stabil dari waktu ke waktu, yang mencerminkan kepribadian dasar seseorang, bukan hanya suasana hati sesaat.

Dominasi dan Sifat Antisosial dari Postur Tubuh

Dalam eksperimen, para peneliti meminta peserta untuk berpose dominan dan submisif. Pose submisif digambarkan dengan tubuh yang membungkuk dan condong ke depan, sementara pose dominan ditandai dengan tubuh tegak, pinggul ke depan, dan dada condong ke belakang.

Peneliti menemukan bahwa posisi kepala menjadi faktor paling menentukan. Orang yang berdiri lebih tegak dengan dagu sedikit terangkat cenderung memiliki sifat dominan. Mereka juga mendapat skor lebih tinggi pada ciri kepribadian manipulatif atau antisosial, serta memiliki empati dan kontrol amarah yang lebih rendah.

Persepsi Orang Lain Berdasarkan Postur

Postur tubuh yang tegak lurus sering dikaitkan dengan kesan percaya diri dan dapat dipercaya. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa postur tersebut bisa menandakan sifat dominan dan, dalam beberapa kasus, berhubungan dengan kecenderungan psikopatik.

Sebaliknya, orang yang sering membungkuk mungkin dianggap pemalu atau penakut. Meski demikian, dalam konteks sosial, postur yang rileks bisa membuat seseorang tampak lebih ramah dan mudah diajak bicara.

Para peneliti juga memberikan beberapa catatan penting. Menunduk tidak selalu terlihat santai dan dapat disalahartikan sebagai kurang percaya diri. Kontak mata yang tepat juga krusial untuk menciptakan kesan positif. Selain itu, perlu berhati-hati dengan orang yang sengaja menggunakan postur untuk menunjukkan dominasi, karena hal ini bisa menjadi indikasi sifat manipulatif.