periskop.id - Kamu pernah tiba-tiba lupa terhadap sesuatu atau sulit fokus ketika berbicara dengan lawan bicara? Kamu harus hati-hati, bisa jadi itu tanda-tanda awal mengalami brain fog. Brain fog bisa terjadi karena kamu sedang mengalami stres atau kecemasan, kelelahan, atau demensia. Pada akhirnya, kamu menjadi cepat lupa atau susah memusatkan fokus ketika berbicara.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai definisi, penyebab, dan cara mengatasi brain fog.

Definisi Brain Fog

Brain fog atau kabut otak adalah suatu kelainan yang mengganggu fungsi kognitif seseorang. Orang yang mengalami kelainan ini akan merasakan kesulitan fokus, tidak bisa berpikir jernih, dan mudah lupa. Pada dasarnya, brain fog bukanlah sebuah penyakit melainkan kelainan dari suatu gangguan medis tertentu sehingga memengaruhi kemampuan otak seseorang.

Gejala Brain Fog

Melansir dari healthdirect, berikut adalah tanda-tanda seseorang mengalami brain fog.

  • Cepat lupa.
  • Kesulitan untuk memusatkan fokus dan berpikir dengan jernih.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Kesulitan dalam menemukan kata-kata yang tepat ketika sedang berbicara.
  • Kesulitan melakukan multitasking.
  • Sulit ketika memahami sebuah informasi baru.
  • Kesulitan dalam pemecahan masalah.

Gejala brain fog umumnya bisa hilang seiring membaiknya kondisi tubuh. Tapi, selama gejala masih dirasakan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kinerja di tempat kerja, menurunkan rasa percaya diri, dan berdampak pada hubungan sosial dengan orang lain.

Penyebab Brain Fog

Masih dari sumber yang sama, penyebab terjadinya brain fog bisa dipicu karena beberapa hal berikut ini.

  • Kurangnya tidur.
  • Kurang melakukan olahraga.
  • Pola asupan makan yang tidak mengandung banyak vitamin dan mineral tubuh.
  • Tingkat stres yang tinggi.
  • Kondisi menopause.
  • Adanya efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.

Namun demikian, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh beberapa gangguan medis tertentu, seperti:

  • Adanya nyeri kronis.
  • Gangguan pada otot dan sendi.
  • Kecemasan.
  • Diabetes.
  • Anemia.
  • Multiple sclerosis (MS), gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang.
  • Kanker.

Solusi Mengatasi Brain Fog

Kamu tidak perlu khawatir karena brain fog bisa diatasi dengan beberapa cara berikut ini. Beberapa cara berikut diharapkan bisa membantu memulihkan kondisi tubuh dan fungsi otak agar kembali optimal.

1. Rajin Berolahraga
Aktivitas fisik bisa melancarkan sirkulasi darah dan mendukung proses regenerasi sel saraf di otak. Usahakan berolahraga secara rutin selama kurang lebih 30 menit setiap hari.

2. Mengelola Stres dengan Baik
Stres pada dasarnya merupakan hal yang wajar, terutama saat pikiran dipenuhi tuntutan pekerjaan atau berbagai tekanan lainnya. Tapi, stres yang berlebihan bisa mengganggu fungsi kognitif sehingga membuat seseorang sulit berpikir jernih dan mudah lupa. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti berkumpul dengan teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau bermeditasi.

3. Memperbaiki Asupan Gizi
Tubuh dan otak membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa berfungsi dengan baik. Asupan gizi seimbang berperan penting dalam membantu memulihkan fungsi kognitif. Cobalah mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti kacang-kacangan, aneka sayuran, dan ikan yang kaya akan kandungan omega.

4. Menjaga Kualitas Tidur
Kurang tidur bisa berdampak negatif pada kinerja otak. Penting bagi kamu untuk menjaga pola tidur yang optimal dengan durasi sekitar 7–9 jam setiap malam. Tidur yang cukup bisa membantu mengurangi gejala brain fog dan meningkatkan konsentrasi.