periskop.idDunia seni dan kemanusiaan Indonesia dikejutkan dengan angka fantastis dalam acara lelang lukisan di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2). Sebuah lukisan bertajuk “Kuat Laksana Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), resmi terjual seharga Rp6,5 miliar. Sosok di balik angka tersebut adalah Low Tuck Kwong, pengusaha nasional yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di tanah air. Kemenangan lelang ini bukan sekadar soal koleksi seni, melainkan wujud nyata kontribusi sosial bagi masyarakat prasejahtera.

Lantas, siapakah sebenarnya Low Tuck Kwong dan bagaimana perjalanan bisnisnya hingga ia dijuluki sebagai "King of Coal"? Simak profil lengkapnya berikut ini.

Asal-Usul Kekayaan Low Tuck Kwong: Berawal dari Bisnis Konstruksi Ayahnya

Perjalanan hidup Low Tuck Kwong adalah kisah tentang keberanian mengambil risiko dan visi masa depan yang tajam. Lahir di Singapura pada 17 April 1948, ia tumbuh besar dengan etos kerja yang kuat. Di masa remajanya, Low mengawali karier dengan bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura. Namun, keterbatasan lahan dan ketatnya persaingan di Negeri Singa membuatnya merasa perlu mencari peluang yang lebih besar.

Pada tahun 1972, saat usianya menginjak 24 tahun, ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia. Keputusan ini terbukti menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Di tanah air, ia tidak hanya menemukan ladang bisnis yang subur, tetapi juga rumah baru. Low Tuck Kwong akhirnya memutuskan untuk menetap dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan pengalaman konstruksi yang dibawa dari Singapura, ia mulai membangun fondasi bisnis yang kuat, mengerjakan berbagai proyek infrastruktur sebelum akhirnya terjun ke dunia pertambangan yang kemudian melambungkan namanya di kancah internasional.

Profil Bisnis Low Tuck Kwong: Pengendali Bayan Resources dan Metis Energy

Nama Low Tuck Kwong tidak bisa dipisahkan dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Ia memulai langkah transformasionalnya di industri pertambangan pada akhir era 1990-an dengan mengakuisisi PT Gunungbayan Pratamacoal. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini berkembang pesat menjadi salah satu produsen batu bara berorientasi ekspor terbesar di Indonesia. Keberhasilan Bayan Resources melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008 mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama energi sehingga ia dijuluki sebagai "King of Coal" atau Raja Batu Bara Indonesia.

Namun, visi bisnis Low tidak berhenti di batu bara saja. Pria berusia 77 tahun ini sangat menyadari pentingnya diversifikasi dan masa depan energi. Ia mengendalikan Metis Energy, perusahaan berbasis di Singapura yang fokus pada energi terbarukan. Selain itu, ia memiliki kepentingan besar di Samindo Resources dan The Farrer Park Company. Tak hanya itu, Low juga berperan strategis dalam sektor teknologi melalui SEAX Global yang sedang membangun sistem kabel bawah laut untuk meningkatkan konektivitas internet antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Kekayaan Low Tuck Kwong 2026: Masuk Daftar 5 Besar Orang Terkaya RI

Keberhasilan mengelola berbagai portofolio bisnis menempatkan Low Tuck Kwong dalam daftar elite miliarder dunia. Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes per Kamis (19/2/2026), total kekayaannya mencapai angka yang sangat fantastis, yakni US$20,4 miliar atau setara dengan Rp344,78 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.901 per US$). Angka ini menempatkannya sebagai orang terkaya keempat di Indonesia dan menduduki peringkat ke-116 dalam daftar orang terkaya di dunia saat ini.

Fluktuasi harga komoditas global memang memengaruhi nilai kekayaannya, tetapi posisi Low tetap konsisten di jajaran atas. Pada akhir tahun 2025 lalu, ia bahkan tercatat menempati posisi kedua orang terkaya di tanah air, bersaing ketat dengan Prajogo Pangestu serta pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono. Statusnya sebagai salah satu individu paling berpengaruh secara ekonomi di Indonesia menjadikannya sosok yang setiap langkah bisnisnya selalu menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar modal di kawasan Asia Tenggara.

Alasan Low Tuck Kwong Beli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar untuk Bantuan Sosial

Di balik citranya sebagai pengusaha tangguh, Low Tuck Kwong dikenal memiliki sisi kemanusiaan yang mendalam. Keputusannya memenangkan lelang lukisan SBY seharga Rp6,5 miliar bukanlah sekadar untuk menambah koleksi pribadi di galeri seninya. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa partisipasi Low dalam lelang tersebut didasari oleh semangat transformasi dan solidaritas sosial. Seluruh dana hasil lelang tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk kegiatan filantropi dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dana miliaran rupiah tersebut akan disalurkan kepada masyarakat prasejahtera, korban yang terdampak bencana alam, hingga masyarakat keturunan Tionghoa yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Penyerahan lukisan secara simbolis dalam peringatan Imlek Demokrat 2026 tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan finansial Low Tuck Kwong berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial. Baginya, mendukung karya seni yang membawa misi kemanusiaan adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih damai dan sejahtera.