periskop.id - Belakangan ini, jagat media sosial riuh dengan unggahan Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menetap di Inggris. Pernyataannya yang menyebut "cukup saya yang WNI, anak jangan" memicu gelombang kritik pedas dari netizen. Banyak yang menyayangkan sikap tersebut, mengingat beasiswa LPDP dibiayai oleh negara melalui dana abadi pendidikan yang bersumber dari pajak rakyat. Polemik ini pun berujung pada pemanggilan pihak LPDP terhadap suami yang bersangkutan terkait kewajiban kontribusi kepada Indonesia.

Di tengah sentimen negatif yang muncul, kita perlu melihat sisi terang dari para penerima beasiswa bergengsi ini. Banyak figur publik tanah air yang membuktikan bahwa sekolah tinggi di luar negeri dengan biaya negara bukan sekadar ajang bergaya atau mencari paspor asing. Sebaliknya, mereka pulang membawa ilmu dan pengaruh positif untuk memajukan industri kreatif hingga kebijakan publik di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa menjadi awardee LPDP adalah sebuah amanah besar untuk memberikan dampak nyata bagi tanah air setelah masa studi berakhir.

Deretan Artis Kebanggaan yang Pernah Kuliah Pakai Beasiswa LPDP

Berikut adalah 5 sosok artis dan figur publik yang berhasil menyelesaikan studinya di kampus top dunia dan tetap berkarier serta berkontribusi di Indonesia:

1. Maudy Ayunda (Stanford University) 

Maudy Ayunda dikenal sebagai figur publik dengan capaian akademik gemilang. Setelah meraih gelar sarjana di University of Oxford, ia memperoleh beasiswa dari LPDP untuk melanjutkan studi di Stanford University, Amerika Serikat. Ia mengambil program joint degree Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA) di bidang pendidikan. Kini, Maudy aktif mendorong literasi serta pendidikan generasi muda, menunjukkan bahwa kiprah di dunia hiburan dapat sejalan dengan kontribusi intelektual bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

2. Tasya Kamila (Columbia University) 

Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP untuk menempuh studi magister di Columbia University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master of Public Administration (MPA) dengan predikat cumlaude. Meski berpeluang berkarier di luar negeri, Tasya memilih kembali ke Indonesia dan menjalankan masa bakti pada periode 2018–2023. Ia juga dikenal aktif menginisiasi program lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta kampanye kesadaran publik melalui berbagai forum.

3. Acha Septriasa (Limkokwing University) 

Aktris dan penyanyi Indonesia, Acha Septriasa, merupakan penerima beasiswa LPDP untuk menempuh studi magister di Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada bidang Mass Communication. Latar belakang akademiknya memperkaya sudut pandang dalam industri perfilman. Setelah menyelesaikan pendidikan, Acha kembali aktif berkarya dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh guna meningkatkan kualitas serta profesionalisme dalam setiap proyek yang dijalani.

4. Gita Gutawa (London School of Economics) 

Putri komposer Erwin Gutawa, Gita Gutawa, tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister di London School of Economics and Political Science, Inggris pada program MSc Culture and Society. Ia menyelesaikan pendidikan dengan hasil memuaskan. Seusai lulus, Gita aktif menggarap proyek kreatif berbasis seni dan budaya, serta terlibat dalam kegiatan sosial, termasuk kolaborasi bersama UNICEF.

5. Mutiara Baswedan (Harvard University) 

Mutiara Annisa Baswedan, putri Anies Baswedan, merupakan alumni LPDP yang melanjutkan studi magister di Harvard University, Amerika Serikat pada program Master of Education in Education Policy and Analysis. Sebelumnya, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada 2020. Fokus kajiannya pada kebijakan pendidikan berbasis riset diharapkan berkontribusi dalam mendorong perbaikan sistem edukasi nasional secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Makna Kontribusi: Mengapa Harus Pulang ke Indonesia?

Mengapa netizen begitu sensitif soal alumni LPDP yang tidak pulang? Jawabannya terletak pada kontrak moral dan administratif. Beasiswa LPDP bukan sekadar bantuan finansial pribadi, melainkan investasi negara untuk mencetak pemimpin masa depan. Setiap rupiah yang dikeluarkan berasal dari rakyat, dengan harapan ilmu yang didapat di luar negeri bisa dibawa pulang untuk memperbaiki sektor-sektor yang masih tertinggal di Indonesia, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif.

Bentuk kontribusi tidak selalu harus menjadi pegawai negeri atau politisi. Seperti para artis di atas, berkarya di industri hiburan dengan standar profesionalisme tinggi atau menjadi penggerak komunitas sosial juga merupakan bentuk pengabdian. Poin pentingnya adalah kehadiran mereka yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem di Indonesia. Menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bukan hanya soal paspor, tapi soal komitmen untuk ikut serta memajukan bangsa ini, sekecil apapun peran yang kita ambil.