periskop.id - Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum, Widodo, menyoroti sikap pasangan penerima beasiswa LPDP, Arya Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas. Widodo menegaskan, sebagai pihak yang telah dibantu oleh negara untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, pasangan tersebut semestinya menunjukkan rasa bangga dan kecintaan terhadap identitas keindonesiaannya.
"Termasuk juga kepada yang bersangkutan, semestinya ketika dia menjadi warga negara Indonesia, mendapatkan bantuan pembiayaan dari negara Indonesia, harusnya ketika dia menjadi salah satu orang yang mendapatkan kesempatan pendidikan pascasarjana di luar negeri, itu tentu karena jasa baik dari negara untuk membantu dia," kata Widodo di Kantor Ditjen AHU, Kamis (26/2).
Widodo menyoroti kesempatan menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri yang dinikmati Arya dan Tyas merupakan hasil dari jasa baik negara melalui bantuan pembiayaan. Oleh karena itu, langkah atau pernyataan yang menunjukkan keengganan menjadi WNI dinilai sangat tidak tepat.
Widodo juga menekankan, status kewarganegaraan bukan sekadar masalah administratif, melainkan bentuk ikatan emosional dan loyalitas terhadap Tanah Air. Ia menilai, seharusnya tidak ada alasan bagi penerima fasilitas negara untuk melepaskan kecintaan mereka kepada Indonesia.
"Harusnya dia berbangga dan harusnya tetap mempertahankan keindonesiaannya serta kecintaannya kepada Indonesia," tegasnya.
Sebelumnya, Arya Iwantoro, penerima LPDP yang belum melakukan pengabdiannya di Tanah Air, perlu mengembalikan dana beasiswa yang dahulu pernah ia gunakan. Dinamika ini mencuat setelah Dwi Sasetyaningtyas mengunggah sebuah video melalui akun media sosial pribadinya yang memamerkan paspor Inggris milik anak keduanya.
Namun, bukan sekadar pamer identitas luar negeri yang memicu amarah publik, melainkan pernyataan yang menyertainya. Dalam video tersebut, Dwi secara gamblang mengungkapkan keengganannya agar sang buah hati menyandang status WNI.
"Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," tulisnya dalam takarir video tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar