periskop.id - Islam Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam yang menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin yang paling berhak menggantikan Nabi Muhammad SAW. Dalam perkembangannya, ajaran ini tidak diterima secara luas di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia, karena memiliki perbedaan pandangan dengan mayoritas umat Islam Sunni.
Asal Usul Islam Syiah
Menurut artikel jurnal yang berjudul “Aliran Pemikiran Keislaman” oleh Abdul Rahmad dan Indo Santalia. Syi’ah yang berarti ‘pengikut’, ‘pendukung’, ‘pencinta’ dan juga dapat diartikan ‘kelompok’. Ia adalah sebagian kaum muslimin yang
dalam bidang spiritual dan keagamaannya selalu merujuk pada keturunan Nabi Muhammad SAW. atau orang yang disebut sebagai Ahlul Bait. Seiring bergulirnya masa, terminologis syiah hanya dikhususkan kepada orang-orang yang menyakini bahwa hanya Rasulullah yang berhak menentukan penerus risalah islam sepeninggalannya.
Perkembangan Munculnya Islam Syiah
Sejarah kemunculan Syiah memiliki beberapa pandangan. Ada yang berpendapat bahwa Syiah muncul segera setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW., yakni saat terjadi perebutan kepemimpinan antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Sa’idah. Pada peristiwa tersebut, Bani Hasyim dan sebagian kecil Muhajirin mengusulkan agar kekhalifahan diberikan kepada Ali bin Abi Thalib.
Pendapat lain menyebutkan bahwa Syiah mulai berkembang pada akhir masa kekhalifahan Utsman bin Affan atau pada awal pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Namun, pandangan yang paling umum menyatakan bahwa Syiah lahir setelah gagalnya perundingan damai antara pasukan Ali dan Muawiyah bin Abu Sufyan dalam Perang Shiffin yang dikenal sebagai peristiwa tahkim atau arbitrasi.
Di sisi lain, Syiah merupakan bagian dari sejarah panjang umat Islam yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Aliran ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui berbagai dinamika dan konflik pada setiap masa. Sepanjang sejarahnya, Syiah kerap berada dalam pusaran perdebatan dan persoalan sosial-politik. Sebagian pihak bahkan menilai Syiah sebagai kelompok sempalan yang dikaitkan dengan tokoh Abdullah bin Saba’ yang dituduh berupaya merusak Islam dari dalam.
Perbedaan pandangan mengenai pengangkatan imam memicu munculnya berbagai aliran dalam mazhab Syiah. Perbedaan ini terutama berasal dari beragam penafsiran tentang kedudukan Ali bin Abi Thalib. Sebagian aliran masih memiliki pengikut hingga kini, sementara lainnya telah ditinggalkan. kemudian melahirkan berbagai sekte dalam syiah. Berikut adalah beberapa sekte dalam aliran Syiah
Aliran-Aliran dalam Islam Syiah
1. Saba’iyah.
Aliran saba’iyah adalah pengikut ‘Abdullah bin Saba seorang hamba yang hijrah dan menyatakan masuk Islam. Ia termasuk salah seorang yang paling keras mentang Utsman bin Affan.
Sebagian pengikut aliran ini meyakini bahwa Tuhan bersemayam dalam diri Ali dan para imam setelahnya. Pandangan tersebut mirip dengan kepercayaan kuno yang menganggap Tuhan berada dalam sosok tertentu dan berpindah dari satu pemimpin ke pemimpin lain, seperti keyakinan masyarakat Mesir kuno terhadap para Fir’aun.
2. Ghurabiyyah
Aliran ini tidak sampai menganggap Ali sebagai Tuhan, tetapi menempatkannya lebih tinggi dari Nabi Muhammad SAW. Mereka meyakini bahwa wahyu seharusnya diberikan kepada Ali, tapi Malaikat Jibril keliru menyampaikannya kepada Nabi Muhammad. Kelompok ini dikenal sebagai al-Ghurabiyyah karena beranggapan Ali sangat mirip dengan Nabi, seperti kemiripan seekor gagak dengan gagak lainnya.
3. Kaisaniyyah.
Aliran ini merupakan pengikut al-Mukhtar ibn ‘Ubaid al-Tsaqafi yang awalnya berasal dari golongan Khawarij sebelum kemudian mendukung Syiah dan Ali bin Abi Thalib. Nama Kaisaniyyah dikaitkan dengan Kaysan yang menurut sebagian pendapat adalah nama seorang maula (bekas budak yang dimerdekakan) Ali.
4. Zaidiyah
Zaidiyah merupakan aliran Syiah yang paling moderat dan paling dekat dengan Sunni. Mereka tidak menempatkan para imam setara dengan nabi, tetapi tetap memandang para imam sebagai manusia paling utama setelah Nabi Muhammad SAW.
5. Imamiyah Itsna ‘Asyariyyah
Aliran ini menyakini bahwa hanya ada 12 imam yang wajib diikuti, mereka adalah: Ali bin Abi Thali, Hasan ibn Ali, Husain ibn Ali, Ali Zain al Baqir, Ja’far al-Shadiq, Musa-al Kazhim, Ali al-Ridha, Muhammad al Jawwad, Ali al-Hadi, Muhammad al-Jawwad, Ali al-Hadi, Hasan al-Askariy, Muhammad al-Mahdi
6. Isma’iliyyah
Aliran ini dinisbahkan pada Ismail ibn ja’far al-Shadiq ia adalah imam keenam dalam aliran imamiyyah dua belas. Imam berikutnya adalah Muza al Kazim sebagai imam ketujuh.
7. Hakimiyyah dan Druz
Tokoh aliran ekstrem ini adalah al-Hakim bi Amrillah al-Fatimi, yang mengklaim bahwa Tuhan bersemayam dalam dirinya dan menyeru orang lain untuk menyembahnya. Ia kemudian menghilang secara misterius dengan berbagai versi riwayat tentang nasibnya, termasuk kabar bahwa ia dibunuh oleh sebagian keluarganya.
8. Nashiriyyah
Nashiriyyah merupakan aliran yang dianggap telah menyimpang dari ajaran Islam dan berkembang di wilayah Syam mengikuti pengaruh Hakimiyyah. Meski tidak mengaku sebagai bagian dari Isma’iliyyah, ajarannya memiliki sejumlah kesamaan dan dipengaruhi oleh pemikiran Hakimiyyah.
Tinggalkan Komentar
Komentar