Periskop.id - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dilaporkan dua kali mengalami erupsi Senin (2/3), dengan tinggi kolom abu pada letusan kedua mencapai sekitar 500 meter.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyebutkan, erupsi pertama terjadi pada pukul 13.55 WIT, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Peristiwa tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 43 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 15.05 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.825 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu pada erupsi kedua teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Letusan tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 47 detik.

Saat ini, Gunung Ibu berada pada status Level II (Waspada). Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, serta pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata, untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Badan Geologi juga mengimbau seluruh pihak menjaga situasi kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici, guna memperoleh informasi terkini terkait dengan aktivitas gunung tersebut.