periskop.id - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang paling ditunggu-tunggu umat Islam di bulan Ramadan. Malam ini istimewa karena disebut lebih baik daripada seribu bulan, penuh berkah, dan dipercaya sebagai saat malaikat turun membawa rahmat dari Allah SWT.

Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah di malam-malam tersebut, mulai dari salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, hingga bersedekah. Semua ibadah yang dilakukan pada malam ini pahalanya luar biasa, bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan.

Kapan Malam Lailatul Qadar?

Para ulama memiliki pendapat berbeda mengenai kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Sebagian berpendapat malam istimewa ini jatuh pada malam ke-21 Ramadan, sementara sebagian lain menyebut malam ke-27 Ramadan. Pendapat ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar ra., di mana Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin mencarinya (Lailatul Qadar), carilah pada malam kedua puluh tujuh.” (HR. Ahmad).

Selain itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun. Menurut Kementerian Agama, meski waktunya tidak bisa dipastikan, umat Islam disarankan untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.

Jika Ramadan 2026 dimulai pada 19 Februari 2026, maka malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, yaitu bertepatan dengan tanggal 10, 12, 14, 16, dan 18 Maret 2026 dalam kalender Masehi.

Malam Lailatul Qadar sangat istimewa karena semua ibadah yang dilakukan pada malam ini pahalanya dilipatgandakan. Karena itu, umat Islam disarankan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan menambah salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bersedekah, setiap muslim punya kesempatan untuk meraih keberkahan dan ampunan yang besar dari Allah SWT.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari Islamic Relief. Meskipun Allah SWT merahasiakan waktu pastinya, Al‑Qur’an dan hadis memberikan beberapa tanda yang bisa membantu kita mengenali malam Lailatul Qadar, malam penuh berkah yang lebih baik daripada seribu bulan.

1. Malam Tenang dan Damai
Salah satu tanda paling dikenal adalah suasana malam yang sangat tenang dan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin. Lingkungan terasa tentram dan hati pun sering kali merasakan kedamaian saat beribadah pada malam itu.

2. Matahari Terbit Tanpa Sinar Tajam
Keesokan paginya, matahari terbit dengan cahaya yang lembut tanpa sinar yang menyilaukan atau terik tajam, sebagaimana dijelaskan dalam hadis. Ini bukan aturan wajib setiap tahun, tetapi ini termasuk tanda yang diriwayatkan.

3. Cuaca Malam yang Tenang (Tanda Cuaca Halus)
Beberapa riwayat juga menyebut bahwa cuaca pada malam Lailatul Qadar bisa terasa ringan seperti angin sepoi‑sepoi atau bahkan turun hujan ringan yang ikut menambah suasana damai di malam itu.

4. Suasana Spiritual yang Damai
Dalam Al‑Qur’an, malam ini disebut sebagai malam yang “penuh kedamaian hingga terbit fajar” (Surah Al‑Qadr) sehingga banyak orang yang merasakan ketenangan batin luar biasa saat beribadah dan berdoa pada malam tersebut.

5. Penampakan Bulan yang Spesial
Ada juga riwayat yang menggambarkan bulan pada malam Lailatul Qadar seperti bentuk piring atau bercahaya secara khas yang menunjukkan betapa istimewanya malam ini dan mengingatkan orang untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah.

Amalan Malam Lailatul Qadar

Supaya kesempatan meraih Lailatul Qadar lebih besar, berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:

1. Salat Malam (Qiyamul Lail)
Perbanyak salat tarawih dan tahajud di sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah malam dan mendekatkan diri kepada Allah.

2. Membaca Al-Qur’an
Karena malam ini berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an, membaca, merenungkan, dan memahami kandungannya menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

3. Berdoa dengan Sungguh-Sungguh
Memanjatkan doa dengan hati tulus sangat dianjurkan. Salah satu doa yang populer:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai ampunan, maka maafkanlah aku.)

4. I’tikaf
Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah atau i’tikaf juga dicontohkan Nabi Muhammad Saw. sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah di sepuluh malam terakhir Ramadan.