Periskop.id - Konfrontasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat krusial. Iran dilaporkan telah mengerahkan senjata strategis paling canggih miliknya, yaitu rudal hipersonik terbaru bernama Fattah-2, untuk menggempur pusat komando Israel Defense Forces (IDF).
Serangan yang menargetkan fasilitas yang diperkuat tersebut dikabarkan telah menewaskan tujuh perwira senior serta sejumlah personel militer lainnya.
Laporan dari The Caspian Post pada Rabu (4/3), menyebutkan bahwa penggunaan Fattah-2 pada Sabtu (28/2) merupakan momen pertama kalinya rudal ini digunakan dalam pertempuran nyata.
Kehadiran senjata ini menjadi sinyal keras dari Teheran bahwa mereka siap menggunakan teknologi militer tingkat tinggi untuk melawan kekuatan AS-Israel di kawasan tersebut.
Mengenal Fattah-2: Generasi Baru Penghancur Pertahanan
Melansir laporan The Sunday Guardian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperkenalkan Fattah-2 pada November 2023 sebagai versi peningkatan besar dari pendahulunya, Fattah-1.
Perbedaan paling mencolok terletak pada penggunaan teknologi Hypersonic Glide Vehicle (HGV) atau kendaraan luncur hipersonik sejati.
Banyak analis militer menyebut lintasan dan kecepatan rudal hipersonik ini menyerupai rudal Oreshnik milik Rusia yang sempat menghebohkan dunia saat digunakan dalam perang di Ukraina.
Kemampuan ini memperkuat klaim Iran bahwa mereka kini memiliki kemampuan serangan hipersonik yang setara dengan kekuatan global.
Spesifikasi Utama dan Keunggulan Taktis
Fattah-2 dirancang bukan hanya untuk kecepatan, tetapi juga untuk kemampuan manuver yang tidak terduga, menjadikannya mimpi buruk bagi sistem pertahanan udara konvensional. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis rudal tersebut:
- Teknologi HGV: Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang memiliki lintasan parabola tetap, Fattah-2 dilengkapi kendaraan luncur yang mampu bermanuver secara ekstrem saat kembali ke atmosfer.
- Kecepatan Luar Biasa: Iran mengklaim rudal ini mampu melesat hingga Mach 15, atau sekitar 18.500 kilometer per jam. Kecepatan 15 kali kecepatan suara ini membuatnya hampir mustahil untuk dilacak dan dicegat oleh radar lawan.
- Jangkauan Serang: Memiliki daya jangkau sekitar 1.500 kilometer. Jarak ini secara teknis mampu menjangkau sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk wilayah Israel dan berbagai pangkalan militer AS.
- Sistem Propulsi: Menggunakan pendorong bahan bakar padat pada tahap awal, diikuti oleh kendaraan luncur pada tahap kedua yang memungkinkan penerbangan hipersonik berkelanjutan.
- Mobilitas Tinggi: Diluncurkan menggunakan sistem Transporter-Erector-Launcher (TEL) berbasis darat, memberikan fleksibilitas bagi militer Iran untuk berpindah lokasi dengan cepat guna menghindari serangan balasan.
- Daya Ledak: Dilaporkan membawa hulu ledak konvensional seberat 200 kilogram yang dirancang efektif untuk menghancurkan target di darat maupun di laut.
Penggunaan Fattah-2 menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan antara Iran dengan aliansi AS-Israel. Kemampuan rudal ini untuk bermanuver secara tidak terduga selama fase luncur menciptakan tantangan besar bagi sistem pelacakan radar tercanggih sekalipun.
Dengan suksesnya serangan terhadap pusat komando IDF, peta kekuatan militer di kawasan kini diprediksi akan mengalami pergeseran besar seiring dengan semakin mutakhirnya teknologi persenjataan yang dimiliki oleh Teheran.
Tinggalkan Komentar
Komentar