periskop.id - Empat negara berpengaruh di Eropa, yakni Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, bersiap mencabut sanksi ekonomi yang selama ini mereka kenakan terhadap Iran. Langkah tersebut diumumkan menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6).

Keempat negara yang tergabung dalam kelompok E4 itu menegaskan kesiapan mereka bekerja sama dengan AS, Iran, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) demi mewujudkan tujuan bersama. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah larangan bagi Teheran untuk memperkaya uranium menjadi senjata nuklir.

Advertisement

"Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir. Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA untuk mencapai tujuan ini," demikian bunyi pernyataan bersama para pemimpin E4 yang dirilis pada Minggu (14/6).

Kesepakatan damai itu sendiri lebih dulu diumumkan Presiden AS Donald Trump. Ia menyampaikannya melalui platform media sosial Truth Social, setelah negosiasi dengan Teheran dinyatakan rampung.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap. Selamat untuk semuanya!" tulis Trump di akun Truth Social-nya.

Kendati demikian, rincian mengenai isi kesepakatan belum dipublikasikan secara resmi. Teheran pun belum mengeluarkan pernyataan resmi atas perkembangan tersebut.

Trump kemudian memerintahkan pencabutan segera blokade yang sebelumnya diberlakukan oleh armada kapal perang Angkatan Laut AS. Ia secara khusus menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir lewat Selat Hormuz," ucap Trump.

Pernyataan tersebut bukan sekadar seruan simbolis. Trump secara formal mengonfirmasi pemberian izin penuh atas pembukaan jalur perairan strategis itu sekaligus mencabut blokade militer AS yang sebelumnya menutup akses laut tersebut.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," pungkas Trump.