periskop.id - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyeret kepala daerah. Kali ini, giliran Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong, yang menjadi sorotan setelah diamankan dalam operasi tersebut.
Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari bersama tujuh orang lainnya dibawa ke Jakarta pada Selasa pagi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka diamankan sebelumnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin sore (9/3).
OTT terhadap Bupati Rejang Lebong tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemberian fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Dugaan ini muncul setelah tim KPK melakukan serangkaian penyelidikan secara tertutup sebelum akhirnya melakukan penindakan.
Profil Bupati Rejang Lebong
Muhammad Fikri Thobari merupakan pria kelahiran Sumatera Selatan pada 4 Februari 1981. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Setelah itu, Fikri melanjutkan studinya di Universitas Hazairin Bengkulu dan memperoleh gelar Magister Administrasi Publik.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Fikri dikenal sebagai pengusaha di bidang properti. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group. Selain aktif di dunia bisnis, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi daerah, seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong serta HIMPERRA Bengkulu.
Muhammad Fikri Thobari juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong. Sebelum akhirnya terpilih sebagai bupati, Fikri pernah mencoba maju dalam Pilkada 2019. Namun, pada pemilihan tersebut ia belum berhasil.
Lalu, pada Pilkada 2024, Muhammad Fikri Thobari berhasil meraih kemenangan bersama pasangannya, Hendri. Pasangan ini memperoleh 63.691 suara atau sekitar 44,07% dari total suara sah sehingga unggul dari dua pasangan kandidat lainnya. Hasil tersebut mengantarkan Fikri dan Hendri memimpin Kabupaten Rejang Lebong.
Riwayat Pendidikan
- SD Negeri 04 Nakau: Lulus 1992
- SMP Negeri 2 Curup: Lulus 1995
- MAN 2 Curup: Lulus Tamat 1998
- S1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang: Lulus 2006
- S2 Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH: Lulus 2023
Karier Bupati Rejang Lebong
- Pimpinan Koran "Sehasen Jaya" (2008-2010)
- Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata (2008)
- Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group (2014)
Riwayat Organisasi
Selain aktif di pemerintahan, Muhammad Fikri Thobari juga memiliki pengalaman organisasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sektor properti.
Berikut beberapa jabatan organisasi yang pernah diembannya:
- Sekretaris Business Development Service di STIM AMKOP Palembang (2002-2004).
- Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong (2014-sekarang).
- Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup (2014-2016).
- Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD Real Estate Indonesia Provinsi Bengkulu (2016-2019).
- Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu (2019-sekarang).
- Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Permukiman DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (2024-2028).
- Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Rejang Lebong (2019-sekarang).
- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Rejang Lebong (2021-sekarang).
Harta Kekayaan Bupati Rejang Lebong
Berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi melalui
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Muhammad Fikri Thobari tercatat mencapai sekitar Rp19,5 miliar. Laporan tersebut disampaikan saat ia mencalonkan diri sebagai Bupati Rejang Lebong pada 19 Agustus 2024.
Berikut rincian harta yang dilaporkannya:
- Tanah dan bangunan: 14 bidang properti yang tersebar di Kepahiang, Rejang.
- Lebong, hingga Bengkulu dengan total nilai sekitar Rp14,6 miliar.
- Kendaraan: Dua mobil, yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Eclipse Cross, senilai sekitar Rp900 juta.
- Harta bergerak lainnya: sekitar Rp45 juta.
- Kas dan setara kas: sekitar Rp7,23 miliar.
- Harta lainnya: sekitar Rp9,7 miliar.
- Utang: sekitar Rp12,94 miliar.
Setelah dihitung, total kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp19.530.683.491 atau sekitar Rp19,5 miliar.
Tinggalkan Komentar
Komentar